Indutri Tekstil dan Produk Tekstil Pulih, Utilisasi Capai 70 Persen

0
92
Ilustrasi Industri Tekstil dan Produk Tekstil
Ilustrasi Industri Tekstil dan Produk Tekstil (Foto: Kemenperin)

(Vibizmedia – Economy & Business) Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional sebagai jaring pengaman sosial dan penghasil devisa. Pemerintah berhasil memacu utilitas industri tekstil ke tingkat utilisasi sebelum pandemi, yaitu antara 60-80%. Memang secara bertahap sektor ini sudah mulai pulih, utilisasinya di angka 70%.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan hal ini dalam sambutannya secara virtual pada 3rd Indonesia Textile Conference di Bandung, Kamis (28/7).

“Sebagai penghasil devisa, nilai ekspor industri TPT menembusUSD13,02 miliar pada tahun 2021,” kata Menperin Agus.

Industri TPT mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3,65 juta orang atau mencapai 18,79% dari total pekerja di sektor industri manufaktur.

“Ini karena input dan output industri TPT mempunyai keterkaitan kuat dengan industri lain maupun sektor ekonomi lain, mulai dari bahan baku berupa serat sampai dengan barang konsumsi berupa pakaian jadi dan barang jadi,” ungkapnya.

Sementara itu, nilai ekspor TPT naik secara signifikan sebesar 28% dibanding tahun lalu, yang utamanya didorong oleh pakaian jadi dan benang. “Investasi industri juga mengalami kenaikan sebesar 6,4% sampaitriwulan I tahun 2022 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Pada tahun 2025, industri TPT nasional ditargetkan dapat memenuhi sebagian besar permintaan domestik, mencapai peningkatan ekspor sebesar 15% per tahun, dan menjadi Top 5 manufaktur tekstil di  dunia pada tahun 2030 dengan spesialisasi di functional  clothing.

“Implementasi agenda Making Indonesia 4.0 di industri TPT telah dimulai dengan beberapa aktivitas mulai dari membangun konektivitas dan perbaikan alur aliran material TPT, kemudian training manajer transformasi 4.0 pada industri TPT,” tutur Menperin.

Lihat: Tetapkan 7 Sektor Prioritas 4.0, Kemenperin: Terbukti Tingkatkan Kapabilitas Ekonomi Nasional

Selain itu, dilaksanakan pilot project daur ulang dan circular economy dalam rangka sustainibility, penyiapan lighthouse nasional TPT 4.0 untuk sektor benang dan kain, verifikasi INDI 4.0 atau Indonesia Industry 4.0 Readiness Index dan asesmen dalam rangka INDIAwards (penghargaan kepada industri yang telah menerapkan industri 4.0),serta insentif restrukturisasi mesin.

Untuk mempercepat proses transformasi digitaldan pencapaian target tersebut, Kemenperin telah membangun Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 yang menawarkan lima layanan utama dalam membantu industri TPT secara khusus.

Kemenperin juga telah melakukan upgrading Politeknik STTT Bandung untuk menjadi capability center bagi pengembangan sumber daya manusia industri tekstil.

“Kami mengundang para pelaku industri tekstil untuk memanfaatkan layanan-layanan ini dalam rangka meningkatkan daya saing produk TPT nasional di pasar global,” pungkas Agus.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani