HLF on TII Perkuat Peran G20 Dorong Pemulihan Ekonomi Global

0
59
pemulihan ekonomi
High-Level Forum on Trade, Investment, and Industry (HLF on TII).

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan International Economic Association (IEA) menginisiasi kegiatan High-Level Forum on Trade, Investment, and Industry (HLF on TII).

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual atau daring pada 26—27 Juli 2022 ini menjadi salah satu input strategis dalam formulasi capaian prioritas Kelompok Kerja sektor Perdagangan, Investasi, dan Industri G20. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran dan posisi G20 dalam mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif dan sejalan dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/sdgs), baik pada Tingkat Kelompok Kerja maupun Tingkat Menteri sektor Perdagangan, Investasi, dan Industri.

Selain dihadiri para Menteri Anggota G20, forum ini turut mengundang pimpinan organisasi internasional, ekonom, akademisi, dan perwakilan sektor bisnis.

Presidensi G20 Indonesia: Pertama Kali Isu Industri Dibahas Bersama-sama Sektor Perdagangan dan Investasi

Kegiatan dibuka dengan pidato kunci yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto. Menurutnya, Indonesia perlu menggalang dukungan dari semua anggota G20 dalam mengatasi sejumlah tantangan global seperti tensi geopolitik, krisis pangan dan energi, hingga disrupsi rantai pasok global yang terganggu akibat pemulihan ekonomi yang belum merata di seluruh dunia.

“Pada Presidensi G20 Indonesia, untuk pertama kalinya isu industri menjadi pembahasan utama bersamaan dengan sektor perdagangan dan investasi. Bagi Indonesia, industri manufaktur menyumbang pertumbuhan GDP pada 2022.

Dengan masifnya industrialisasi bagi sektor unggulan nasional seperti bidang teknologi informasi, kesehatan, dan ekonomi kreatif, sektor industri diproyeksikan berkontribusi lebih dari 20 persen bagi pertumbuhan GDP Indonesia 2024,” jelas Menko Airlangga.

Mendag: sinergi sektor perdagangan, investasi, dan industri dapat menjadi penggerak utama dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

Sementara Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan selaku Ketua Pertemuan Tingkat Menteri sektor Perdagangan, Investasi, dan Industri G20 mengungkapkan, pihaknya menyambut baik forum ini. Mengingat, G20 memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendorong kolaborasi sektor perdagangan, investasi, dan industri melalui kolaborasi dan kerja sama.

“Tantangan global memerlukan solusi yang juga bersifat global. G20 harus membuktikan relevansinya dalam membawa manfaat dan hasil nyata, tidak hanya bagi anggotanya, namun juga untuk seluruh negara,” tegas Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan melanjutkan, sinergi sektor perdagangan, investasi, dan industri dapat menjadi penggerak utama dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

“Penguatan ketiga sektor ini juga sangat esensial untuk mengatasi tantangan lingkungan serta memastikan pembangunan yang kita lakukan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” imbuh Mendag Zulkifli Hasan.

Senada dengan Mendag Zulkifli Hasan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita turut menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendorong keberhasilan G20. Terutama dalam aspek pembahasan industri 4.0 yang berkelanjutan, koheren, dan komprehensif guna mendukung kemajuan teknologi.

Mewakili Menteri Investasi, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Riyatno juga menekankan pentingnya sektor investasi berkelanjutan yang tidak hanya ramah bagi aspek lingkungan, namun juga mendukung peningkatan kesejahteraan melalui hilirisasi bahan mentah dan penyesuaian carbon pricing untuk negara-negara berkembang.

Terkait aliran investasi hijau, di masa depan kita perlu menyepakati aturan main mengenai pasar karbon yang lebih adil antara negara maju dan berkembang agar lebih berimbang. Selain itu, kita perlu dorong agar investasi berkelanjutan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat,” tambah Riyatno

G20 tidak hanya mengupayakan pemulihan ekonomi pasca pandemi, namun juga pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan

Pada acara ini, Direktur Jenderal World Trade Organization (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala juga menyampaikan pidato kunci terkait hasil pertemuan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-12 Juni 2022.

“Hasil KTM WTO ke-12 telah menyepakati ‘Geneva Package’ yang merupakan solusi konkret, salah satunya dalam penanganan krisis kesehatan global. Saya berharap anggota G20 tidak hanya mengupayakan pemulihan ekonomi pasca pandemi, namun juga pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan,” ujar Ngozi.

G20 harus menunjukan kepemimpinan dalam menghadapi tuntutan global, terutama adopsi teknologi dan digitalisasi.

Sementara President ERIA Hidetoshi Nishimura menggarisbawahi, G20 harus menunjukan kepemimpinan dalam menghadapi tuntutan global, terutama adopsi teknologi dan digitalisasi.

Pada sesi diskusi, forum menghadirkan panelis kunci seperti para Menteri Anggota G20, yakni Menteri Perdagangan Internasional, Promosi Ekspor, Usaha Kecil dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng; Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal; serta perwakilan organisasi internasional (OI) seperti UNCTAD dan UNIDO. Para Menteri panelis dan perwakilan OI turut mengapresiasi dan mendukung presidensi G20 Indonesia untuk menghasilkan capaian konkret yang dapat disepakati semua anggota pada pertemuan tingkat Kelompok Kerja dan tingkat Menteri bulan September 2022 mendatang.

Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengupayakan katalisasi pemulihan, mewakili kepentingan negara berkembang

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengupayakan katalisasi pemulihan, mewakili kepentingan negara berkembang, termasuk suara dari negara-negara yang selama ini kurang terwakili. “Presidensi Indonesia menekankan ‘Recover Together, Recover Stronger’. Itu artinya kita harus memastikan tidak ada satu pun negara yang tertinggal dalam pemulihan ini,” pungkas Wamendag.

HLF on TII ditutup Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono selaku Ketua Kelompok Kerja Sektor Perdagangan, Investasi, dan Industri G20. “Keberhasilan G20 sangat ditentukan oleh komitmen kolektif dari seluruh anggota. Pertemuan Kelompok Kerja sektor Perdagangan, Investasi, dan Industri G20, dan diakhiri dengan Pertemuan Tingkat Menteri pada bulan September 2022 diharapkan menghasilkan capaian konkret dan taktis dalam mendorong pemulihan ekonomi yang lebih kuat,” tutup Djatmiko.

Forum TIIWG G20 Mampu Manfaatkan Industrialiasi Berkelanjutan dan Inklusif