Kemenperin Bangun Ekosistem Tekstil Terpadu

0
74
Tekstil
Ilustrasi industri tekstil. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia – Economy & Business) Pada peringatan 100 tahun industri tekstil Indonesia yang dilaksanakan di Bandung beberapa waktu lalu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membangun ekosistem tekstil. Upaya ini dilakukan dalam rangka memperkuat industri TPT dengan melibatkan berbagai stakeholder di dalamnya.

Ekosistem tekstil tersebut berupa fasilitas Industrial Services and Solution Center (ISSC) di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil (BBSPJIT). Fasilitas tersebut sudah mulai dimanfaatkan industri TPT sejak semester akhir 2021.

“Salah satu ekosistem yang dibentuk adalah Sustainable Synergy Center untuk tekstil otomotif,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Sustainable Synergy Center (SSC) Textile Automotive ini merupakan salah satu rantai ekosistem industri tekstil. Industri otomotif membutuhkan produk TPT yang tergolong sebagai tekstil fungsional. Produk-produk tersebut memiliki banyak fungsi, seperti peredam suara, sun visor, tekstil anti bakteri yang dapat digunakan untuk bahan jok dan karpet mobil.

“Tren tekstil fungsional akan terus meningkat seiring perkembangan gaya hidup, serta didorong pula melalui kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) dan substitusi impor,” imbuh Doddy.

BBSPJIT telah mengemban tugas dalam upaya pengembangan industri TPT sejak 100 tahun silam. Tugasnya antara lain memberikan layanan informasi, pengujian, kalibrasi, sertifikasi produk dan sistem mutu, pelatihan dan konsultansi teknis, merumuskan standar-standar di lingkup tekstil, serta pendampingan bagi industri secara inklusif dan profesional.

“Industri TPT terus memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional sebagai jaring pengaman sosial dan penghasil devisa,” tuturnya.

Sebagai jaring pengaman sosial, industri TPT mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3,65 juta orang atau mencapai 18,79 persen dari total pekerja di sektor industri manufaktur. Sementara itu, sebagai penghasil devisa, nilai ekspor industri TPT menembus USD 13,02 miliar pada 2021.

Dalam rangka memperingati 100 tahun kebangkitan industri tekstil Indonesia, BBSPJIT menyelenggarakan business gathering yang dihadiri oleh para pelaku industri TPT. Dalam kesempatan tersebut, industri TPT menyampaikan deklarasi dukungan terhadap Birokrasi Bersih Melayani yang dijalankan BBSPJIT.

Kegiatan ini dibuka secara virtual oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan diikuti sebanyak 500 pelaku industri TPT secara hybrid.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani