Tingkatkan Produk Lokal, Pemerintah Lakukan Asesmen Mandiri

0
69
UMKM
Ilustrasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. FOTO: KEMENKEU

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyebut produk lokal belum mampu memenuhi jumlah permintaan yang tinggi dan hanya mampu menjadi produk alternatif yang rendah peminatnya. Bisa dikatakan, keberadaannya belum berdampak besar.

Sejatinya, produk lokal mampu bersaing dengan produk impor lainnya untuk mewujudkan kemandirian terutama bagi desa, perdesaan, daerah terluar, terdepan dan tertinggal (Daerah 3T) dalam melakukan pembangunan. Untuk itu, pemerintah terus menggaungkan gerakan-gerakan pemanfaatan produk lokal dalam kehidupan sehari-hari.

“Isu pemanfaatan produk lokal telah direspon oleh pemerintah melalui berbagai gerakan nasional seperti Bangga Buatan Indonesia, Komitmen Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri,” jelas Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK Letjen TNI (Purn) Sudirman saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah Lintas Kementerian/Lembaga di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta, pada Rabu, 3 Agustus 2022.

Pemerintah telah mengeluarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Dalam Rangka Mensukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Pada Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Menurut Sudirman, dirinya berharap produk lokal bisa ditingkatkan dan nantinya bisa menjadi barang masukan bagi masyarakat di suatu wilayah sehingga bisa meningkatkan kualitas serta kesejahteraaan pelaku usahanya.

“Kita berharap produk kearifan lokal ini bisa meningkat kualitasnya, meningkat penghasilannya, bisa meningkat juga sumber kegunaannya, sehingga dengan demikian kita bisa berkolaborasi satu kementerian dengan yang lainnya untuk sama-sama meningkatkan produk lokal tersebut,” ungkapnya.

Guna mengetahui potensi yang dimiliki oleh produk lokal dan minat masyarakat, Kemenko PMK melakukan asesmen mandiri yang meliputi beberapa unsur didalamnya seperti unsur adaptif, unsur kreatif, unsur handal, dan unsur lestari.

“Asesmen mandiri memberikan hasil bahwa secara umum berbagai produk lokal berpotensi cukup tinggi untuk diwujudkan menjadi produk-produk yang unggul, artinya adalah produk lokal yang dimaksud lebih dipilih untuk dipakai atau dibeli karena mempunyai harga yang sesuai serta mempunyai kualitas yang baik,” terang Asisten Deputi Pemerataan Pembangunan Wilayah Kemenko PMK, Herbert H.O Siagian.