Melalui ASEAN-US Ministerial Meeting Capai Perdamaian, Stabilitas dan Kemakmuran Indo Pasifik

0
73
Asean USA
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bersama dengan Menteri Luar Negeri AS, Secretary Antony Blinken memimpin the ASEAN – US Ministerial Meeting atau Pertemuan Menlu ASEAN-AS di Phnom Penh 4 Agustus 2022 (Foto: Twitter Menlu RI)

(Vibizmedia – Internasional)  Merayakan  45 tahun Hubungan Dialog ASEAN-US,  Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bersama dengan Menteri Luar Negeri AS,  Secretary Antony Blinken, memimpin the ASEAN – US Ministerial Meeting atau Pertemuan Menlu ASEAN-AS di Phnom Penh 4 Agustus 2022.

Di pembukaan pertemuan, Menlu RI menyampaikan bahwa kehadiran Secretary Blinken dalam pertemuan dan penyelenggaraan KTT Khusus ASEAN-AS di Washington DC bulan Mei lalu, menunjukkan komitmen AS untuk terus memperkuat kerja sama dengan ASEAN.

Menlu Retno juga mengetengahkan  tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini, di antaranya adalah  perang di Ukraina, Covid-19 yang belum sepenuhnya berlalu dan munculnya wabah monkeypox. Menlu melihat situasi ini berdampak besar kepada dunia, terutama kepada negara berkembang, yaitu di antaranya muncul ancaman ketahanan pangan dan energi serta ruang fiskal yang semakin menekan.

Itu sebabnya Menlu Retno menegaskan atas semua kondisi yang ada, apa yang kemudian dapat dilakukan oleh kemitraan ASEAN-AS dalam menghadapi tantangan ini.

Isu lain yang disampaikan Menlu Retno adalah mengenai Indo-Pasifik. Menlu Retno menegaskan bahwa Indo Pasifik adalah kawasan masa depan kita semua. Artinya masa depan  kita akan tergantung bagaimana kita mengelola Indo Pasifik.

Oleh karena itu, Menlu RI mengharapkan adanya pendekatan yang inklusiff sehingga  terbangun strategic trust dan terus dihormatinya hukum-hukum internasional harus menjadi cara pandang dalam kerja sama di Indo Pasifik.

Ditekankan bahwa bagi Indonesia dan ASEAN, kerja sama konkret dengan semua mitra, termasuk dengan AS, sangat penting artinya. Kerja sama-kerja sama tersebut tentunya harus merupakan kerja sama yang saling menguntungkan (win-win) dan dapat berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran Indo Pasifik.

Kembali menyoroti situasi dunia yang penuh tantangan saat ini, Menlu Retno menyampaikan bahwa dunia saat ini sangat memerlukan kearifan (wisdom) dan tanggung jawab para pemimpin dunia, agar perdamaian dan stabilitas terjaga.

Sebagai penutup dalam sambutan pembukaan, Menlu Retno sebagai co-chairs pertemuan menyampaikan bahwa ASEAN-AS terus bekerja untuk mempersiapkan level baru hubungan keduanya menjadi Kemitraan Komprehensif Strategis (Comprehensive Strategic partnership) yang menurut rencana akan diluncurkan pada bulan November ini. Menlu Retno meyakini bahwa tingkat kemitraan yang baru ini akan menjadi sarana yang sangat baik bagi upaya meningkatkan kerjasama.

Setelah pembukaan, Pertemuan kemudian dilakukan secara tertutup dimana dibahas mengenai prioritas kerjasama ke depan dan tukar pandangan situasi dunia, termasuk situasi terakhir di Taiwan Straits.

Bertolak ke Amerika Serikat, Presiden Jokowi Bersama Rombongan Hadiri KTT ASEAN-AS