Apkasindo Dukung Sumsel Bangun Pabrik Kelapa Sawit

0
80
kelapa sawit
Ilustrasi kelapa sawit. FOTO: PTPN

(Vibizmedia – Economy & Business) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) sangat diharapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) untuk mendorong pembangunan pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan.

Menurut Gubernur Sumsel, Herman Deru, pembangunan pabrik kelapa sawitakan membantu menjaga kestabilan harga di tingkat petani. Kehadiran pabrik kelapa sawit dianggap sebagai solusi terhadap rendahnya harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

“Saat ini harga TBS berada di bawah Rp1.000 per kg, sehingga menyulitkan kehidupan petani sawit,” kata Herman Deru, melalui keterangan tertulisnya  setelah membuka acara diskusi “Kelembagaan Mitra Kelapa Sawit” dan sekaligus pengukuhan kepengurusan Apkasindo Sumsel di Palembang, Sabtu (6/8/2022).

Pemprov Sumsel berharap di bawah kepemimpinan Slamet Somosentono ini, Apkasindo dapat menjembatani petani dan pabrik kelapa sawit, sehingga harga sawit dapat stabil dan petani menjadi lebih sejahtera.

Lihat: Kebijakan DMO dan DPO Tidak Rugikan Petani Kelapa Sawit

Herman Deru berencana mengeluarkan surat keputusan (SK) maupun peraturan gubernur (pergub), sehingga tidak ada ketimpangan harga jual kelapa sawit tersebut.

Melalui SK maupun pergub tersebut, secara tak langsung Herman Deru berupaya agar harga jual sawit tidak ada ketimpangan di setiap daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatra Selatan (Sumsel) Amiruddin beberapa waktu lalu pada acara acara Pembukaan Pelatihan Usaha Mikro Berbasis Kompetensi di Bidang Ekspor, mengatakan bahwa saat ini masih dalam tahap perencanaan, tapi sekarang lagi digodok dan diharapkan tahun  2023 mulai jalan.

Program itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai dan harga kelapa sawit yang biasanya dihargai rendah karena hanya menjual bahan mentah.

Komoditas kelapa sawit di Sumsel itu nomor tiga di Indonesia. Namun selama ini kita hanya sebatas mengeskpor bahan baku saja, padahal nilai tambah suatu komoditas itu banyak ditentukan oleh nilai produk turunannya (hasil olahan).

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Manurung mengatakan, Sumsel memang telah merencanakan membangun 10 pabrik pengolahan minyak sawit yang bakal tersebar di sejumlah daerah mulai dari Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan lainnya.

“Selain mendirikan pabrik, kami juga akan mengembangkan koperasi petani sawit,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini selisih harga di tingkat petani dan pabrik kelapa sawit sekitar Rp300-400 per kg.