Mendag Buka Rakernas Apeksi: Mari Berkolaborasi Majukan Perdagangan Indonesia

0
104
Rakernas Apeksi
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Padang, Sumatra Barat, pada Senin, 8 Agustus 2022 (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Nasional) Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan  membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Padang, Sumatra Barat, pada Senin (8/8).  Rakernas ini mengambil tema ‘Kota Kita Bangkit: Yang Maju Yang Bersinergi’.

Dalam pembukaan ini Mendag mengajak seluruh pemerintah kota untuk bekerja sama, bersinergi, berkolaborasi memajukan perdagangan Indonesia. Khususnya, dalam program prioritas yang fokus pada penguatan pasar dalam negeri dan peningkatan ekspor nonmigas.

rakernas apeksi

Mendag Zulkifli Hasann menyampaikan ada beberapa peran yang dapat dilakukan pemerintah kota.

Yang pertama adalah melakukan stabilisasi harga bahan pokok. Pemerintah daerah dapat terus melakukan pemantauan perkembangan harga dan stok bahan pokok di daerah secara harian.  Untuk itu perlu mengoptimalkan peran pasar induk dan pasar rakyat dalam menjaga kelancaran distribusi dan pasokan bahan pokok. Berikutnya adalah memastikan kelanjutan program pemerintah dalam stabilisasi harga minyak goreng curah.

Yang kedua adalah  melakukan optimalisasi transformasi digital. Kemendag menargetkan pada tahun 2022 ini setidaknya ada 1000 pasar rakyat dan 1 juta pedagang/UMKM sudah terdigitalisasi. Ia meyakini bahwa percepatan transformasi digital di daerah  sangat penting untuk mendorong perluasan pasar produk lokal daerah dan mengefisiensikan rantai pasok.

Ia menyatakan bahwa adalah penting untuk setiap kota memiliki pusat informasi keunggulan di daerahnya sehingga konsumen di Indonesia bahkan di dunia dapat mengetahui untuk memperpendek rantai distribusi

Yang ketiga adalah meningkatkan kolaborasi pengawasan. Upaya perlindungan konsumen dapat dilakukan dengan meningkatkan pengawasan barang dan jasa serta mendorong pelaku usaha untuk jujur dan bertanggung jawab.

Yang keempat adalah meningkatkan ekspor daerah. Saatnya Indonesia go internasional.

“Untuk itu, Kementerian Perdagangan menyediakan fasilitasnya dengan mempersiapkan ‘jalan tol’ melalui perjanjian dagang internasional. Salah satunya dengan Uni Emirat Arab yang merupakan hubungan baru untuk menembus pasar Afrika, TImur Tengah, Eropa Timur, Asia Tengah, bahkan sampai Amerika Latin. Melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) maka dapat melakukan ekspor produk Indonesia tanpa pajak. Untuk itu, perlu visi pemerintah pusat, daerah, dan pengusaha untuk bersama-sama menyerbu pasar internasional,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II-2022 tumbuh 5,44 persen secara tahunan. Kinerja perdagangan juga tumbuh 4,42 persen secara tahunan. Dari sisi ekspor, surplus neraca perdagangan pada Semester I juga mencapai USD 24,89 miliar atau tertinggi sepanjang sejarah, melebihi 2007 sebesar USD 20,15 Miliar. Ekspor non migas juga tumbuh 37,33 persen pada periode tersebut.

“Ini merupakan peran Pemerintah Daerah, termasuk wali kota. Oleh karena itu, saya mengapresiasi kepada para Wali Kota yang hadir pada hari ini,” ucap Mendag Zulkifli Hasan. Indikator lain, lanjutnya, juga masih menunjukkan optimisme, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terus berada di level 100 pada April-Juni 2022 dan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang juga tumbuh positif baik secara tahunan.

Mendag Zulkifli Hasan menyatakan, semua data yang ada menunjukkan fakta yang tentunya akan menambah  optimisme untuk Indonesia mampu menghadapi situasi sulit saat ini.

Penutupan APKASI Expo 2022: Produk UMKM Masuki Pasar Ekspor Dunia