Naik 60 Persen, Konsumsi Batu Bara Sektor Kelistrikan Enam Tahun Terakhir

0
37
Batu Bara
Ilustrasi: Batu bara domestik (Foto: Kementerian ESDM)

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat angka konsumsi batu bara untuk sektor kelistrikan di Indonesia, mengalami kenaikan hingga mencapai 60 persen dalam enam tahun terakhir, terhitung sejak 2015 sampai 2021.

Menteri ESDM Arifin Tasrif, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (9/8/2022), mengatakan: “Sektor kelistrikan masih menjadi pengguna terbesar batu bara dalam negeri”.

Kenaikan konsumsi batubara yang terjadi pada sector kelistrikan sebagai berikut:

Tahun 2015, mengkonsumsi 70,08 juta ton batu bara, tahun 2016 sejumlah 75,4 juta ton, tahun 2017 sejumlah 83 juta ton, tahun 2018 sejumlah 91,14 juta ton, tahun 2019 sejumlah  98,55 juta ton, tahun 2020 sejumlah 104,83 juta ton, dan pada tahun 2021 sejumlah 112,13 juta ton.

“Konsumsi batu bara untuk industri di luar kelistrikan mengalami kenaikan 52 persen,” kata Arifin.

Sedangkan rencana kebutuhan batu bara sepanjang 2022 sampai 2025, dengan porsi konsumsi terbanyak masih dari sektor kelistrikan. Pada 2022, kebutuhan batu bara domestik sejumlah 188,9 juta ton, 2023 sejumlah 195,9 juta ton, 2024 tembus angka 209,9 juta ton, dan pada 2025 sejumlah 197,9 juta ton.

Sementara itu, sektor kelistrikan membutuhkan batu bara sejumlah 119 juta ton pada 2022, lalu sejumlah 126 juta ton pada 2023, kemudian meningkat menjadi 140 juta ton pada 2024, dan turun menjadi 128 juta ton pada 2025.

Pada 2022, rencana volume kontrak baru bara untuk kelistrikan adalah sejumlah 144,14 juta ton dengan volume alokasi 122,52 juta ton.

Adapun realisasi pemenuhan batu bara untuk kelistrikan hingga Juli 2022 adalah sejumlah 72,94 juta ton.

“Untuk industri non kelistrikan dari total rencana kebutuhan batu bara 2022 sejumlah 69,9 juta ton, realisasi pemenuhan sampai dengan Juli 2022 adalah sejumlah 30,94 juta ton,” kata Arifin.

Berdasarkan indeks yang dikeluarkan Platt’s atau pun NEX pada Juli 2022, rata-rata harga batu bara global antara 194 dolar AS per ton sampai 403 dolar AS per ton. Sedangkan, harga batu bara acuan (HBA) Indonesia adalah senilai 319 dolar AS per ton.