Sumatera Barat Membangun Energi Listrik

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik sampai tahun 2030 diperlukan pembangunan pusat pembangkit di Provinsi Sumatera Barat.

0
167
Energi Listrik
Pariaman Sumatera Barat, The Sunset City of Indonesia (Foto: Kemkominfo)

(Vibizmedia – Kolom) Provinsi Sumatera Barat sekarang sedang membangun energi listrik bagi masyarakatnya. Sumatera Barat merupakan provinsi yang terletak di pesisir barat bagian tengah pulau Sumatera dengan luas wilayah sekitar 42.012,89 Km2.

Topografi Sumatera Barat cenderung tidak datar. Sumatera Barat memiliki dataran rendah di pantai barat dan dataran tinggi vulkanik yang dibentuk oleh bukit barisan yang membentang dari barat laut ke tenggara.

Secara administratif, Provinsi Sumatera Barat terdiri dari dua belas kabupaten dan tujuh kota dengan jumlah penduduk sebesar 5,58 juta jiwa di tahun 2021.

Jumlah penduduk yang banyak ini merupakan modal penggerak Eroda perekonomian di Provinsi Sumatera Barat.

Produk Domestik Regional Bruto atau yang dikenal dengan PDRB dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengukur perencanaan pembangunan ekonomi dalam menentukan strategi dan kebijakan pembangunan dan memonitoring perkembangan kemajuan perekonomian.

Perekonomian Provinsi Sumatera Barat tahun 2022 diukur berdasarkan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai 252,74 triliun rupiah dan untuk PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2010 mencapai 174,99 triliun rupiah.

Baca juga: Segarnya Aek Raisan Membawa Harapan Listrik Terang Sumatera Utara

Nilai PDRB secara ADHB mengalami kenaikan sebesar 10,77 triliun rupiah dan secara ADHK mengalami kenaikan sebesar 5,58 triliun rupiah atau tumbuh 3,29 persen dibandingkan tahun 2020.

Perekonomian Sumatera Barat bertumbuh setelah melewati puncak pandemi pada tahun 2020.

Kebutuhan Listrik Sumatera Barat

Sistem energi listrik di Sumatera Barat terdiri atas sistem interkoneksi 150 kV dan sistem isolated kepulauan Mentawai.

Sistem interkoneksi 150 kV saat ini membentang dari Desa Silaping di Kabupaten Pasaman Barat – Kecamatan Pangkalan di Kabupaten 50 Koto – Desa Sungai Rumbai Kecamatan Sungai di Kabupaten Dharmasraya, sampai ke Kecamatan Lunang Silaut di Kabupaten Pesisir Selatan.

Peta Sistem Tenaga Listrik Provinsi Sumatera Barat

Energi Listrik

Sumber : ESDM

Pasokan sistem energi listrik Provinsi Sumatera Barat berasal dari sistem interkoneksi 150 kV Sumatera Bagian Tengah. Beban puncak tertinggi Sumatera Barat tahun 2020 sebesar 602 MW.

Penjualan sejak tahun 2012-2020 tumbuh rata-rata sebesar 4,83 %.

Baca juga : Sensus Data Penduduk Tahun 2020 Dan Implikasinya

Sistem energi listrik isolated Kepulauan Mentawai dipasok dari Sistem Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan dengan menggunakan PLTD sebanyak 9 lokasi (unit), Total Kapasitas Terpasang 10,137 MW, daya mampu netto sebesar 6,95 MW dan beban puncak 3,06 MW.

Sistem Distribusi dengan JTM 194,471 kms, JTR 194,680 kms dan gardu distribusi 118 unit atau 8,305 MVA.

Pengembangan Sarana Energi Listrik

Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik diperlukan pembangunan sarana pembangkit, transmisi dan distribusi dengan memperhatikan potensi sumber energi primer setempat.

Untuk perkuatan kota Padang akan dibangun GIS Kota Padang (Target COD tahun 2022) dan GIS Bingkuang (Target COD tahun 2025) dengan memotong double phi SUTT 150 kV PIP – Pauh Limo.

Potensi Sumber Energi

Provinsi Sumatera Barat memiliki potensi sumber energi primer yang terdiri dari batubara mencapai 795,5 juta ton dan panas bumi spekulatif sekitar 801 MWe yang terdapat pada 17 lokasi. Potensi tenaga air skala besar 3.607 MW (sudah termasuk potensi tenaga air di Provinsi Riau) yang berada pada 12 lokasi, sedangkan potensi CBM sekitar 0,5 TCF.

Pengembangan Pembangkit

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik sampai tahun 2030 diperlukan pembangunan pusat pembangkit di Provinsi Sumatera Barat.

Dalam pengembangan EBT, direncanakan kuota kapasitas pembangkit yang dapat masuk ke sistem. Kuota ini nantinya dapat dipenuhi dengan pengembangan pembangkit PLN maupun rencana pembangkit IPP yang belum memasuki tahap PPA.

Baca juga : Pasar Hydropower Tahun 2022 – 2026

Rencana pembangkit ini dinyatakan sebagai kuota kapasitas yang tersebar dalam suatu sistem.

Kuota kapasitas tersebar tersebut dapat diisi oleh potensi pembangkit. Potensi untuk pembangkit yang sudah tercantum dalam daftar. Pembangkit yang belum diverifikasi PLN. Pembangkit yang telah menyelesaikan studi kelayakan dan studi penyambungan.

Pembangkit yang serta mempunyai kemampuan pendanaan untuk pembangunan, dan harga listrik sesuai ketentuan yang berlaku.

Di Provinsi Sumbar terdapat potensi pembangkit yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan sistem yaitu sebagai berikut:

10 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

No Tipe Pembangkit Lokasi Kapasitas (MW)
1 PLTA Air Pura 13,1
2 PLTA Akuaman 78,9
3 PLTA Batang Sinamar 20,5
4 PLTA Dusun Tengah 40,0
5 PLTA Liki 15,6
6 PLTA Lubu 28,0
7 PLTA Masang III 105,0
8 PLTA Padang Aro 40,0
9 PLTA Pasaman 62,0
10 PLTA Pasaman
2 41,2

26 Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM) dari 59 PLTM

No Tipe Pembangkit Lokasi Kapasitas (MW)
1 PLTM Air Betung 10,0
2 PLTM Air Pura 1 8,4
3 PLTM Air Pura 2 9,0
4 PLTM Air Rampuh 1,8
5 PLTM Batang Anai 1,4
6 PLTM Batang Anai 2 7,2
7 PLTM Batang Antokan 1,5
8 PLTM Batang Gerak 5,1
9 PLTM Batang Lembang 1,0
10 PLTM Batang Samo 7,0
11 PLTM Batang Sangir 9,8
12 PLTM Batang Talu 3,1
13 PLTM Batang Patimah 2,8
14 PLTM Batang Tarusan-1 10,0
15 PLTM Benteng Anai 1,4
16 PLTM Bendung Gerak 5,1
17 PLTM Bonjol 4,5
18 PLTM Bukit Cubadak 9,2
19 PLTM Gaduang 7,7
20 PLTM Gumanti 1 4,0
21 PLTM Hydropower 10,0
22 PLTM Kanaikan 4,8
23 PLTM Kerambil 3,0
24 PLTM Koto Lamo 5,0
25 PLTM Koto Rambah 7,6
26 PLTM Kuran Kuran 6,0

 

Masih ada 33 PLTM yang terdaftar, 8 PLTP, 3 PLTS, 1 PLTBm yang berlokasi di Mentawai.

Pengembangan Listrik Perdesaan

Selain pengembangan jaringan distribusi diatas, juga terdapat program pengembangan listrik perdesaan sampai tahun 2030. Rasio elektrifikasi untuk Provinsi Sumatera Barat TW IV tahun 2020 sebesar 98,97 % sedangkan rasio desa berlistrik TW IV tahun 2020 sudah mencapai 100% dengan total 1.158 desa dengan rincian 1.151 desa berlistrik PLN, 5 desa non PLN, dan 2 desa LTSHE (Lampu Tenaga Surya Hemat Energi).

Program Listrik Perdesaan adalah program PLN untuk mempercepat rasio elektrifikasi 100% pada tahun 2022. Program ini tidak hanya berusaha menambah jumlah pelanggan yang dilistriki PLN, namun juga meningkatkan layanan PLN dengan meningkatkan jam nyala pelanggan. Program ini juga diindikasikan untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan di daerah- daerah terpencil yang mempunyai banyak hambatan untuk transportasi BBM. Untuk mempercepat program listrik perdesaan ini, PLN sedang mengembangkan metode-metode lainnya yang dapat digunakan.

Tahun 2017-2019, Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM memberi bantuan LTSHE (Lampu Tenaga Surya Hemat Energi) kepada 3.255 Rumah Tangga di Provinsi Sumatera Barat. Rencananya Pelanggan Rumah Tangga tersebut akan di ambil alih bertahap menjadi pelanggan PLN di tahun 2020- 2021 demikian juga pelanggan di desa-desa non PLN.

Energi Listrik adalah kebutuhan vital setiap daerah, Sumatera Barat menyadari akan hal itu dan tidak berhenti membangun untuk menjadi daerah yang mandiri dalam energi listrik.