Kemendes Siapkan Sistem Kepala Desa Jawab Permasalahan Warga dengan Cepat dan Tepat

0
85
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. FOTO: KEMENDES PDTT

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menegaskan bahwa data desa jadi kunci penting dalam upaya menyalurkan pembangunan desa. Menurutnya, berbagai program pengentasan kemiskinan di level desa akan dapat teratasi jika pemutakhiran datanya valid.

“Kalau mau mengatasi kemiskinan di desa itu ya harus by data. Dan data kemiskinan itu harus valid. Jawaban atas pertanyaan tentang data itu agar jawabannya satu tunggal dan benar, maka jawabannya ada pada kepala desa. Tanyakan ke kepala desa, pasti jawabannya benar. Mengapa demikian? Karena data tersebut milik kepala Desa,” jelas Abdul Halim saat menerima audiensi dengan Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong beserta 150 Kepala Desa se-Kabupaten Rokan Hilir di Jakarta, pada Selasa, 9 Agustus 2022.

Menurutnya, selama ini banyak pihak yang masih memandang remeh terhadap kemampuan stakeholder desa dalam menyelesaikan masalah pun juga para perangkat desa itu sendiri.

“Situasi ini tidak bisa terus dibiarkan, apalagi dari tahun ke tahun performa desa dalam memanajemen Dana Desa maupun program kerja kian progresif,” ungkapnya.

Agar kepala desa mampu mengatasi kemiskinan berdasarkan fakta di lapangan, Abdul Halim memproyeksikan sistem data yang terintegrasi dan terupdate pada setiap pekannya. Hal itu agar dapat diakses dengan cepat oleh seluruh kepala desa.

“Kemendes sedang menyelesaikan sistem yang dapat memberikan ruang bagi kepala desa untuk menjawab dengan cepat dan tepat,” tegasnya.

Sehingga jika ada pertanyaan berapa data penduduk desa atau berapa data kemiskinan di desa tersebut, maka jawabannya berupa data dari seminggu yang lalu, bukan versi tiga tahun lalu.

“Saat ini pengumpulan data desa hampir rampung kita lakukan. Data-data inilah yang akan menjadi dasar berbagai aksi dalam mempercepat pembangunan desa demi kesejahteraan warga desa,” kata Abdul Halim.

Sementara Bupati Rokan Hilir Afrizal menyampaikan bahwa 18 kecamatan di wilayahnya memiliki potensi kekayaan alam yang beitu melimpah. Namun karena dihantam pandemi, roda perekonomian masyarakat Rokan Hilir mengalami penurunan yang drastis.

Oleh karena itu, Afrizal meminta solusi objektif kepada Mendes PDTT dalam mengentaskan masalah yang dihadapi Kabupaten Rokan Hilir.

“Dari 18 Kecamatan di Kabupaten Lokan Hilir ini merupakan pengasil minyak terbesar di Indonesia. Dulunya penghasil ikan terbesar nomor dua di dunia dan penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Sebab ada 42 pabrik kelapa sawit di Kabupaten kami pak Menteri. Namun karena dihantam pandemi, jadi mengalami penurunan. Karena itu saya berharap ada dukungan pak Menteri mengatasi itu semua,” kata Afrizal.