Inilah Progress Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) RI

0
88
PLBN
lustrasi, pembangunan PLBN di perbatasan RI-Malaysia, di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (Foto: Dok.Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Nasional) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa terdapat 11 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang direvitalisasi, termasuk juga dibangun adalah sarana dan prasarana di sekitarnya.

Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2019 menegaskan upaya percepatan pembangunan di kawasan perbatasan tanah air.

Lihat: PLBN Terpadu Serasan, Dukung Pertumbuhan Ekonomi di Perbatasan

Menurut Menteri Basuki, pembangunan PLBN tidak hanya bertujuan untuk pos lintas batas negara, namun juga akan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan demikian kehadiran PLBN akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (11/8/2022).

Dengan pembangunan PLBN Terpadu, diharapkan layanan Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) di  bidang keimigrasian, kepabeanan, karantina, keamanan, dan administrasi pengelolaan, menjadi lebih baik.

Jumlah PLBN Terpadu ini terletak di beberapa wilayah perbatasan Indonesia yaitu Provinsi Papua, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Provinsi Kalimantan Utara (Kalut), Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di Provinsi Papua dan Kalbar dibangun dua PLBN yaitu Sota dan Yetetkun, lalu Sei Kelik dan Jagoi Babang. Lalu, di Provinsi Kalut dan NTT dibangun masing-masing tiga PLBN yakni, Long Nawang, Long Midang, Sei Pancang, Labang, Napan, Oepoli. Sementara Provinsi Kepri dibangun 1 PLBN yaitu Serasan.

Pembangunan kawasan perbatasan yang memasuki tahap akhir konstruksi adalah PLBN Terpadu Jagoi Babang, di perbatasan RI-Malaysia. Lokasinya di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Progres fisik pembangunan PLBN Terpadu Jagoi Babang mencapai 89,21 persen. Pekerjaan itu dimulai pada November 2020 dan ditargetkan selesai pada Oktober 2022 dengan anggaran bersumber APBN tahun 2020-2022 (MYC) sebesar Rp209,14 miliar. Dalam satu minggu jumlah pelintas yang melintasi PLBN Jagoi Babang ini mencapai 100-150 orang.

Pembangunan PLBN ini terdiri dari tiga zona bangunan yakni, zona inti, zona penunjang 1 dan 2.

Zona inti terdiri dari bangunan PLBN inti, car wash, power house, gudang sita, tempat penampungan sementara sampah (TPS), gerbang Tasbara, pos pemeriksaan imigrasi, toilet dan peralatan X-Ray. Untuk zona penunjang 1 terdiri dari bangunan wisma dan mess pegawai. Untuk zona penunjang 2 terdiri dari bangunan masjid, kapel, pasar dan mini terminal.

“PLBN Terpadu Jagoi Babang ini merupakan beranda terdepan Indonesia karena hanya berjarak sekitar 60 km dengan Ibukota Negara Bagian Sarawak, Malaysia Timur, yang dapat ditempuh hanya dengan 1,5 jam perjalanan,” ujar Deva, Kepala BPPW Kalimantan Barat.