Paus Sperma Sepanjang 16,65 Meter Terdampar di Pantai Dermaga Cinta, Banyuwangi

0
79
Paus sperma
Penanganan terhadap paus sepanjan 16,5 meter yang terdampar dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut. (Foto: KKP)

(Vibizmedia – Nasional) Pada 2 Agustus 2022 lalu seekor Paus Sperma (Physeter Macrocephalus)  ditemukan terdampar di Pantai Dermaga Cinta, Bulusan, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur. Penanganan terhadap paus yang terdampar ini dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.

Berikut penjelasan kronologi penanganan awal hingga akhirnya tim KKP melakukan penguburan bangkai paus dengan panjang 16,5 meter dan lebar 4,5 meter tersebut, bersama masyarakat, pemda, tim dokter serta aparat TNI AL dan Polairud  (Polisi Cairan dan Udara) pada Sabtu (6/8/2022) lalu.

Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso menjelaskan bahwa awalnya Tim BPSPL Denpasar Wilker Jawa Timur – Banyuwangi mendapatkan laporan tentang mamalia terdampar dari wartawan di Banyuwangi. Tim Respon Cepat bergerak ke lokasi untuk mengumpulkan bahan dan keterangan. Setiba di lokasi, kondisi paus masih hidup. Polairud dan TNI AL Banyuwangi telah berupaya untuk mengembalikan ke laut, tapi karena kondisi perairan sudah semakin surut, selain itu posisi paus berada tepat di sebelah dermaga, maka penyelamatan terhambat. Sore harinya paus sudah tidak bernafas lagi. Sementara perairan dalam kondisi surut terendah.

Berdasarkan informasi masyarakat setempat, Yudi juga menambahkan,  sebelumnya paus berenang di Perairan Ketapang lalu terus bergerak ke arah selatan dan kemudian terdampar di Perairan Dermaga Cinta.

Yudi melanjutkan bahwa hasil koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait menyepakati untuk mengubur paus di sebelah utara dermaga yang berjarak sekitar 50 meter. Sebelum dikubur, Tim Kedokteran Hewan Unair terlebih dahulu melakukan nekropsi. Keesokan harinya, tim memotong bagian tubuh paus untuk mempermudah proses pemindahan dan penguburan. Proses pemotongan juga membutuhkan waktu hingga 4 hari karena ukuran paus yang sangat besar dan kondisi laut  masih dipengaruhi pasang surut. Baru pada Sabtu (6/8) sekitar pukul 19.18 WIB seluruh bagian tubuh paus berhasil dikubur.

paus sperma
Penanganan paus sperma sepanjang 16,5 meter yang terdampar di Pantai di Pantai Dermaga Cinta, Bulusan, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur

paus sperma

Selain BPSPL Denpasar Wilker Jawa Timur – Banyuwangi, dan Kedokteran Hewan Unair, aparat dari dinas terkait lainnya serta masyarakat sekitar juga terlibat dalam penanganan paus terdampar ini.

Mengenal Jenis Paus Sperma

Paus Sperma merupakan biota dilindungi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dan Permen LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. KKP telah menetapkan perlindungan paus dan mamalia laut lainya dalam RencanaAksi Nasional melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut.

Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dalam pengelolaan kawasan dan jenis ikan KKP terus bersinergi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan khususnya dalam memberikan respon yang cepat dan tepat untuk menangani mamalia laut terdampar. Hal ini penting dilakukan mengingat luasnya wilayah perairan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Jaga Kelangsungan Hidup Penyu, Wapres Lepas Tukik Ke Laut