Pertemuan Nasional Monitoring dan Evaluasi Program Tuberkulosis 2022, Menuju Eliminasi Tuberkulosis pada 2030

0
95
Monitoring dan Evaluasi Program Tuberkulosis Tahun 2022
Pertemuan Nasional Monitoring dan Evaluasi Program Tuberkulosis Tahun 2022 (Foto: Kemenkes)

(Vibizmedia – Nasional) Hingga saat ini Tuberkulosis masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia.  Data menunjukkan bahwa  Indonesia masih berada di peringkat ketiga dunia dengan penderita TB terbanyak setelah India dan Tiongkok. Untuk itu komitmen Indonesia adalah menurunkan insidensi kasus tuberkulosis menjadi 65 per 100.000 penduduk pada tahun 2030.

Upaya penanggulangan tuberkulosis di Indonesia tahun 2020‐2024 telah diarahkan untuk mempercepat upaya Indonesia mencapai eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030, serta mengakhiri epidemi tuberkulosis di tahun 2050.

Meski demikian capaian indikator utama Program TBC tahun 2021 seperti indikator penemuan dan pengobatan pada TB sensitif obat (SO) maupun TB resisten obat (RO) masih dibawah target nasional.

Itu sebabnya dalam rangka evaluasi capaian indikator program TBC tahun 2022 dan percepatan peningkatan capaian indikator program TBC tahun 2022, maka dilakukan pertemuan monitoring dan evaluasi program TBC yang melibatkan pelaksana kegiatan TBC di pusat dan daerah serta lintas program dan lintas sektor agar target eliminasi TBC tetap dapat tercapai.

Pada 2 Agustus 2022, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS resmi membuka Pertemuan Nasional Monitoring dan Evaluasi Program Tuberkulosis Tahun 2022 didampingi oleh Plt. Direktur P2PM, dr. Tiffany Tiara Pakasi, Plt. Sesditjen P2P, dr. Yudhi Pramono, MARS dan Kadinkes Prov. Banten. Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS.

Dirjen menyampaikan di dalam arahannya bahwa dengan tujuan menindaklanjuti amanat Perpres No. 67 tahun 2021 dan meningkatkan cakupan Penanggulangan TBC, maka Ditjen P2P telah melakukan beberapa hal.

Pertama, meluncurkan Gerakan Optimalisasi Penemuan Kasus TBC dalam rangkaian Hari TBC Sedunia tahun 2022 yang dilakukan serentak di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota. Kedua,  melakukan akselerasi penemuan kasus secara aktif dengan skrining gejala dan skrining Chest X-ray di 64 UPT Pemasyarakatan pada 6 Kanwil Kemenhukham. Ketiga, meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor dengan Sosialisasi Pembentukan Forum Multi Sektor Penanggulangan TBC. Keempat,  meluncurkan Sistem Informasi Tuberkulosis Mobile (SITB Mobile) untuk ketepatan pencatatan dan pelaporan data program TB.

Dirjen juga menambahkan bahwa dengan tanpa jemu dia akan selalu  mengingatkan amanat Perpres tentang 5 strategi yaitu: (1) Penguatan komitmen dan kepemimpinan, (2) Peningkatan akses masyarakat pada layanan TBC, (3) Intensifikasi upaya kesehatan, (4) Peningkatan penelitian, pengembangan dan inovasi, (5) Peningkatan peran serta lintas sektor dan (6) Penguatan manajemen program..

Adapun upaya peningkatan capaian Penanggulangan TBC diperlukan beberapa hal.

Pertama adalah  peningkatan penemuan kasus secara aktif yang didukung intensifikasi kolaborasi layanan untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus TBC.

Yang kedua, penyediaan sarana atau jejaring diagnosis TBC di semua layanan rujukan. Ketiga, penyediaan logistik yang mencukupi dan berkesinambungan. Keempat, peningkatan kompetensi, inisiasi dan partisipasi seluruh petugas kesehatan dalam pencegahan dan pengobatan TBC termasuk kasus TBC berat serta pemantauan minum obat. Kelima,  peningkatan peran kelompok penyintas TBC dan komunitas dalam KIE untuk cakupan keberhasilan pengobatan. Keenam, pemberian TPT pada kontak serumah ditingkatkan dan diperkuat dengan edukasi oleh petugas kepada masyarakat untuk capaian indikator pengobatan pencegahan untuk semua kontak dengan pasien TBC.

Laksanakan Amanat Perpres, Tingkatkan Layanan yang Komprehensif, Bermutu dan Terjangkau

 

Monitoring dan Evaluasi Program Tuberkulosis Tahun 2022

Terakhir Dirjen berharap agar amanat Perpres dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Demikian pula  agar peningkatan  akses masyarakat pada pelayanan TBC yang komprehensif, bermutu, terjangkau, dan berpihak pada pasien dapat diwujudkan dan diperkuat dengan  penemuan kasus secara aktif.

Dalam kesempatan yang sama Dirjen juga memberikan hadiah kepada pemenang lomba Gerakan Optimalisasi Penemuan Kasus Tuberkulosis dalam rangka HTBS tahun 2022, yang terdiri dari Dinkes Kabupaten Mimika, Suku Dinas Kota Jakarta Timur dan Dinkes Kabupaten Lampung Selatan. Adapun narasumber dalam pertemuan yaitu; DTO, Ketua Tim Kerja TBC, PMU GF TB, PR Komunitas STPI-Penabulu, Kemendagri, Kepala SR Adinkes, Ketua Tim Penggerak PKK, Kadinkes Kota Tangerang, dan PESAT Medan.

Hibah Global Fund Untuk Deteksi dan Kendalikan HIV/AIDS, TBC dan Malaria di Indonesia