Ocean Institute of Indonesia: Transformasi Pendidikan Kelautan dan Perikanan Untuk Cetak SDM Unggul

0
129
wisuda
Wisuda Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), salah satu satuan pendidikan KKP di bawah Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Rabu (10/8), di Kampus Politeknik AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Foto: KKP)

(Vibizmedia – Jakarta) Ekonomi biru merupakan acuan penting dan utama dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memulihkan kesehatan laut dan potensi kelautan yang akan menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Implementasi pembangunan ekonomi biru dilakukan melalui lima program strategi. Untuk mewujudkannya dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

Untuk mencetak SDM unggul maka KKP melakukan transformasi pendidikan kelautan dan perikanan melalui rancangan pembentukan Ocean Institute of Indonesia (OII).

Kelima program prioritas untuk mengimplementasikan pembangunan ekonomi biru  adalah 1) memperluas wilayah konservasi dengan mengedepankan kualitas kawasan konservasi; 2) penangkapan ikan secara terukur berbasis kuota dan menetapkan zona konservasi; 3) menjaga daya dukung lingkungan dengan budidaya ikan yang ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi perikanan untuk pasar ekspor dan dalam negeri; 4) Penataan ruang laut untuk perlindungan ekosistem pesisir dan laut. 5) dan Program Bulan Cinta Laut.

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada Wisuda Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), salah satu satuan pendidikan KKP di bawah Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Rabu (10/8), di Kampus Politeknik AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menteri Trenggono menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan implementasi kebijakan ekonomi biru adalah SDM yang unggul. Untuk itu  pendidikan tinggi kelautan dan perikanan harus mengembangkan fleksibilitas dan inovasi pendidikan. Selain pendidikan vokasi, pendidikan juga harus bersifat keilmuan untuk memahami pentingnya menjaga ekologi laut dan membuat laut menjadi lebih sehat. Pendidikan tinggi lingkup KKP harus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, berintegritas, produktif, kreatif dan inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kelautan dan perikanan,

Rancangan Pembentukan Ocean Institute of Indonesia Rumuskan Rencana Aksi yang Implementatif dan Konkrit.

“Transformasi Pendidikan Kelautan dan Perikanan melalui rancangan pembentukan Ocean Institute of Indonesia harus dapat merumuskan rencana aksi yang implementatif dan konkrit. Peningkatan dan pengembangan SDM harus dapat terimplementasi dalam program prioritas KKP dan menjawab tantangan pembangunan kelautan dan perikanan,” lanjutnya.

Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta mengatakan, pembentukan Ocean Institute of Indonesia juga dalam rangka meningkatkan standardisasi mutu pendidikan, meningkatkan kesempatan yang luas kepada anak pelaku utama sektor kelautan dan perikanan, serta pengelolaan kelembagaan yang efisien. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen KKP dalam mencetak SDM kelautan dan perikanan yang dinamis, produktif dan bertalenta global.

Ocean Institute of Indonesia Integrasikan Program Studi Berbasis Keilmuan, Teknologi dan Vokasi

Senada dengannya, Direktur Politeknik AUP Muhammad Hery Riyadi Alauddin mengatakan, “Dengan adanya Transformasi Pendidikan KP menjadi single Institute, Ocean Institute of Indonesia dengan mengintegrasikan program studi yang berbasis keilmuan,  teknologi serta berbasis vokasi, kami yakin SDM unggul dapat dicapai untuk mewujudkan ekonomi biru tangguh dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dan mewujudkan program prioritas KKP. Seluruh Komponen dan sivitas Politeknik AUP mendukung Penuh Ocean Institute of Indonesia.”

wisuda
Wisuda Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), salah satu satuan pendidikan KKP di bawah Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Rabu (10/8), di Kampus Politeknik AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Foto: KKP)

Lebih lanjut dalam laporannya, Hery menyebutkan, jumlah lulusan Politeknik AUP yang diwisuda pada tahun ini sebanyak 287 orang, terdiri dari 16 orang Magister Terapan (dari berbagai instansi) dan 271 orang Sarjana Terapan dari 32 provinsi se-Indonesia.

Dari jumlah tersebut, telah diterima dan terserap di dunia kerja sebanyak 103 orang dan sebanyak 169 orang telah melaksanakan seleksi rekrutmen di beberapa perusahaan dan juga kembali ke Pemerintah Daerah mitra Politeknik AUP.

Ia menambahkan Politeknik AUP menerapkan sistem pendidikan vokasi dengan 70% praktik dan penguatan kedisiplinan dan sikap melalui pembinaan karakter. Pemenuhan kompetensi praktik, dilakukan pada sarana teaching factory, pada Dunia Usaha dan Industri Perikanan, yang dikuatkan dengan membangun kemandirian usaha melalui kewirausahaan yang semuanya terintegrasi dalam kurikulum.

Pengakuan terhadap kompetensi peserta didik melalui pemberian sertifikasi keahlian dan kompetensi baik dari KKP maupun dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Karena itu, Politeknik AUP secara serius mempersiapkan SDM siap kerja sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan.

Pada kesempatan wisuda tersebut diselenggarakan Orasi Ilmiah oleh Dosen Politeknik AUP Nyoman Soeyasa bertema Peran SDM dalam Implementasi Strategi Ekonomi Biru untuk Membangun Perikanan Berkelanjutan. Diselenggarakan pula pameran produk kewirausahaan hasil inovasi para taruna dan dosen Politeknik AUP, penganugerahan “Koral Award” untuk inovasi wisudawan oleh Pengurus Korps Alumni (Koral) AUP-STP, atraksi drum band, beladiri Yusikaindo, rampage gendang, tarian, dan sebagainya.

Baca: Sinergitas Adalah Kunci Penting Pelaksanaan Program Ekonomi Biru