Sri Mulyani: Rangkaian Kegiatan KTT G20 Berdampak Menggeliatkan Perekonomian Indonesia

0
106
Pasar Modal Indonesia Teruji Dalam Berbagai Guncangan Ekonomi
(Photo: Kemenkeu)

(Vibizmedia – Nasional) Dalam perbincangan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati  di Podkabs (Podcast Kabinet dan Sekretariat Kabinet) bersama host Benedicta Trixie, Menkeu menyampaikan bahwa penyelenggaraan rangkaian kegiatan G20 di bawah Presidensi Indonesia membawa dampak langsung bagi Indonesia. Salah satu manfaatnya adalah ikut menggeliatkan perekonomian Indonesia yang tengah terdampak oleh pandemi COVID-19.

Perbincangan ini  dapat ditonton di kanal YouTube dan didengarkan di kanal Spotify Sekretariat Kabinet.

Menkeu dalam situs seskab,Jumat (12/8/2022),  mengatakan bahwa Kementerian Keuangan bersama BI (Bank Indonesia) kemarin menjadi host (pertemuan G20). Karena melakukannya di Jakarta, sementara masih ada Omicron, jadi akhirnya para delegasi G20akan menginap di hotel.  Dengan kata lain, pada saat Omicron naik, hotel kosong sehingga ketikaGrup 20 datang maka  menambah occupancy. Tentunya hal ini baik.

Tak hanya menginap, lanjut Menkeu, delegasi G20 juga berbelanja yang artinya juga menambah manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, G20 juga menggerakkan sektor pariwisata. Menkeu mencontohkan, berbagai pertemuan G20 yang diadakan di Bali berkontribusi mendorong bangkitnya sektor pariwisata yang menjadi sektor andalan di daerah tersebut.

Menkeu melanjutkan bahwa melalui G20 diharapkan dapat  memulihkan pariwisata kembali. Ia menyebutkan jumlah delegasi dari   menteri keuangan dan bank sentral itu bisa mencapai 600 orang. Belum dihitung dengan kedatangan para wartawan dan lainnya. Karena  begitu melihat kedatangan menteri-menteri keuangan negara yang penting, pastilah wartawan seluruh dunia juga akan datang.

Selain pertemuan di bawah sherpa track dan finance track, rangkaian pertemuan G20 juga diisi dengan berbagai side event yang diadakan di sejumlah lokasi, seperti di Danau Toba, Labuan Bajo, Semarang, Yogyakarta, Minahasa Utara, Bandung, Makassar, hingga Manokwari.

“Kita bikin side event. Jadi perusahaan-perusahaan dari global juga datang. Ini yang menyebabkan kemudian dampak ekonomi yang positif tadi. Yang kita keluarkan untuk belanja menjadi perhelatan itu, yang masuk dan dibelanjakan oleh mereka yang datang cukup banyak,” kata Sri Mulyani.

Periode Presidensi G20 Indonesia yang mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” berlangsung selama satu tahun, mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Presidensi G20 adalah momentum Indonesia untuk berperan besar dalam memimpin pemulihan ekonomi global yang tidak hanya terguncang karena pandemi tetapi juga situasi geopolitik seperti perang di Ukraina.

Sri Mulyani menambahkan bahwa peranan Presiden Jokowi sangat luar biasa. Pertama,  Indonesia di-respect karena situasi dunia yang sekarang fragmented dan selama ini Indonesia dianggap sebagai negara yang non-blok. Oeh karena itu, tidak pandang dari   blok Amerika-Eropa, Jepang, Rusia,  RRT, ataupun blok negara-negara emerging yang lain, semuanya menghormati Indonesia.

Menkeu menambahkan, agar semua negara bisa tumbuh baik, dunia juga harus menjadi lebih damai dan Indonesia sebagai presidensi G20 diharapkan bisa menjadi penengah yang baik.

“Para pendiri bangsa kita itu sudah menyampaikan bahwa Indonesia akan ikut aktif di dalam menjaga ketertiban dunia, itu berdasarkan perdamaian abadi,” pungkasnya.

Baca: Pentingnya Aksi Konkret G20 Untuk Dorong Pemulihan Yang Lebih Kuat