Kemendag dan Astra Lepas Ekspor Produk Unggulan Desa Sejahtera Astra Senilai Rp6,5 Miliar

0
85
ekspor
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Merry Maryati melepas ekspor produk perikanan, rumput laut, dan nilam dari Desa Sejahtera Astra (DSA) asal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara senilai 6,5 miliar rupiah di kawasan Pergudangan Garuda, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 12 Agustus 2022 (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Makassar)  Ekspor sejumlah produk unggulan Desa Sejahtera Astra (DSA) di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara senilai Rp6,5 miliar telah dilepaskan oleh Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tansmigrasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta PT Astra International Tbk .  Pelepasan ekspor berlangsung pada Jumat (12/8/2022) di Pergudangan Garuda, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Produk Unggulan DSA yang Diekspor

Produk unggulan DSA yang diekspor adalah 27 ton rumput laut senilai Rp450 juta ke Tiongkok dan 14 ton produk perikanan senilai Rp1,4 miliar ke Amerika Serikat dari Desa Sejahtera Astra (DSA) Wakatobi, Sulawesi Tenggara; serta 12 ton produk minyak nilam senilai Rp4,7 miliar ke India dan Pakistan dari DSA Bone, Sulawesi Selatan dan DSA Bombana, Sulawesi Tenggara.

Pelepasan ekspor dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman; bersama Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Riza Deliansyah; Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Merry Maryati; serta Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDTT, Syahrul.

Di tempat terpisah, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasiona Didi Sumedi mengapresiasi PT Astra International Tbk yang telah berhasil membawa desa binaannya untuk melakukan pelepasan ekspor.

Didi menyatakan bahwa nanti ke depannya  desa binaan PT Astra International Tbk diharapkan mampu melakukan ekspor secara mandiri dan berkesinambungan. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan  untuk terus meningkatkan kinerja ekspor.

Menurut Didi, kegiatan pelepasan ekspor ini merupakan salah satu implementasi Kerja Sama Pengembangan Ekspor Produk Unggulan Desa antara Kementerian Perdagangan dengan PT. Astra International Tbk yang bertujuan meningkatkan kapasitas ekspor desa ke pasar global.

Minimal 100 Desa Mampu Ekspor Secara Mandiri dan Mendapat Repeat Order pada 2023 

Didi menjelaskan bahwa sejak diformalkan pada 28 Juli 2021, Kemendag dan Astra berkomitmen bahwa dari sekitar 900 desa binaan Astra, minimal 100 desa harus mampu ekspor secara mandiri dan mendapatkan repeat order dalam kurun waktu dua tahun, yaitu pada 2023 mendatang.

Sementara itu, Merry Maryati menyampaikan, Kemendag terus mendukung promosi ekspor produk-produk unggulan desa seperti perikanan, rumput laut, dan nilam. Salah satunya, melalui pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2022 yang akan diselenggarakan secara hibrida yaitu pada 19—23 Oktober 2022 untuk gelaran luring di ICE BSD, Tangerang dan pada 19 Oktober – 19 Desember 2022 untuk virtual ekshibisi melalui www.tradexpoindonesia.com.

ekspor
Produk yang diekspor hari ini yaitu 27 ton rumput laut senilai Rp450 juta ke Tiongkok dan 14 ton produk perikanan senilai Rp1,4 miliar ke Amerika Serikat dari DSA Wakatobi, serta 12 ton produk minyak nilam senilai Rp4,7 miliar ke India dan Pakistan dari DSA Bone dan Bombana (Foto: Kemendag)
Ekspor Rumput Laut Meningkat

Usai pelepasan ekspor, Merry juga mengunjungi pameran produk-produk DSA lainnya dan gudang penyimpanan produk rumput laut guna melihat potensi yang dapat terus didorong pengembangannya serta menyusun strategi atas tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama lima tahun terakhir (2017-2021), ekspor produk rumput laut Indonesia tumbuh dengan tren sebesar 5,69 persen. Pada 2021 nilai ekspornya tercatat sebesar USD 223,8 juta atau meningkat 22,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Sedangkan untuk periode Januari–Juni 2022 nilai ekspor produk rumput laut Indonesia mencapai Rp193,4 juta atau meningkat 102,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) dengan pasar ekspor utama adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Korea Selatan, Prancis, dan Vietnam.

Indonesia Enam Besar Dunia Pengekspor Minyak Atsiri

Untuk minyak atsiri, selama lima tahun terakhir juga tumbuh dengan tren sebesar 10 persen. Pada 2021, ekspor minyak atsiri mencapai USD 248,4 juta atau meningkat 15,1 persen (YoY). Pasar ekspor utama untuk komditas tersebut adalah Amerika Serikat, India, Prancis, Singapura, dan Spanyol.  Namun demikian, Indonesia masih termasuk dalam kelompok enam besar negara pengekspor minyak atsiri terbesar di dunia setelah India, Amerika Serikat, Prancis, Tiongkok, dan Brasil.

Sedangkan ekspor produk perikanan Indonesia selama lima tahun terakhir juga tumbuh dengan tren sebesar 3,91 persen. Pada 2021, tercatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia sebesar USD 4,05 miliar atau meningkat 6,9 persen (YoY). Pada periode Januari-Juni 2022 tercatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia sebesar USD 2,18 miliar atau meningkat 19,9 persen (YoY). Pasar ekspor utama komoditas tersebut adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Vietnam, dan Malaysia.

Baca: Sosialisasikan Platform Inaexport Untuk Promosikan Produk Unggulan Indonesia