Kompetisi Inovasi ASN Kemenkes Lahirkan Inovasi Baru Untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

0
114
Inovasi-Baru_ASN-Kemenkes

(Vibizmedia – Jakarta) Sekretaris Jenderal, Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyatakan bahwa pandemi  mendorong semua sektor termasuk sektor kesehatan untuk melakukan adaptasi dengan sangat cepat. Itu sebabnya dibutuhkan SDM yang kreatif dan inovatif untuk melakukan penanganan COVID-19 dan pengembangan ekosistem layanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien.

Kemenkes memberikan penghargaan kepada para pemenang Kompetisi Inovasi ASN Kementerian Kesehatan Tahun 2021 di Ruang J. Leimena, Kantor Kemenkes RI, Jakarta, Rabu pagi (10/8/2022).

Ajang Kompetisi Inovasi ASN Kementerian Kesehatan diselenggarakan dalam rangka mendorong Aparatur Sipil Negara Kementerian Kesehatan menciptakan ide atau karya inovatif dalam pelaksanaan program maupun budaya kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Saat menyerahkan penghargaan kepada para pemenang, Sekjen Kunta menyatakan bahwa inovasi bisa lahir melalui perencanaan maupun keterpaksaan. Musibah pandemi COVID-19 adalah contoh pembelajaran, dimana kita dipaksa untuk berpikir secara cepat dan kreatif. Jadi kita harus bisa mengembangkan ide-ide baru dan menemukan cara-cara baru untuk memandang masalah menjadi peluang.

Kompetisi ini diselenggarakan secara rutin setiap tahun, yang dapat diikuti secara terbuka oleh seluruh ASN Kemenkes, melalui tahapan seleksi dan penilaian.

Dilaksanakan pada bulan September 2021 s.d bulan November 2021, kini Tahapan Kompetisi Inovasi telah memasuki babak akhir yakni penetapan pemenang kompetisi.

Berdasarkan hasil penilaian dari Tim Penilai dan Tim Juri, telah ditetapkan 6 pemenang, diantaranya :

Kategori Ide Inovasi Terbaik

1. Agus Suharto, S.Kep.Ners dan dr. Zakiah Novianti, Sp.P dari RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dengan judul inovasi ”TB Dalam Genggamanku”

Kategori Karya Inovatif Terbaik

1. TEMA : Inovasi Pelayanan Publik Bidang Manajemen dan Tata Kelola Pemerintahan dari RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor dengan judul inovasi SIMANDATURI (Sistem Manajemen Data Mutu Terintegrasi)

2. TEMA : Inovasi Pelayanan Publik Bidang Pelayanan Kesehatan oleh Umi Kalsum, SKM dari RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta dengan judul inovasi SI TEKNO (Aplikasi Mandiri, Terukur dan Efisien dalam Pemantauan Ketersediaan Air, Solar, Boiler dan Pengendalian Lampu melalui Pemanfaatan Internet of Things)

3. TEMA : Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan Masyarakat oleh RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor dengan judul inovasi Si OpA (Strategi Optimalisasi Advokasi).

4. TEMA : Inovasi Produk Kesehatan oleh Bambang Dwiputra, Sp.JP, Dr. dr. Basuni Radi, Sp. JP (K), Dr. Ade Maidian Ambari, Sp dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta dengan judul inovasi HARKIT I-Care : Inovasi Digital Pencegahan Penyakit Jantung.

5. TEMA : Inovasi Budaya Kerja oleh Dede Mulyadi, SKM, M.Kes, CRMP dari Sekretariat Inspektorat Jenderal dan drg. Diah Nursanti Imron, MARS, HCMC dari Pusat Pengembangan Kompetensi ASN dengan judul inovasi ”PRO-MAKSI” Membentuk Budaya Organisasi Pembelajar.

Atas capaian yang telah diraih, masing-masing pemenang mendapatkan piagam penghargaan, trofi penghargaan dan uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjadi pemenang inovasi terbaik.

Dalam sambutannya Sekjen Kunta mengucapkan selamat kepada para Pemenang Kompetisi Inovasi ASN Kementerian Kesehatan Tahun 2021 atas capaian inovasi terbaiknya. Ia berharap capaian ini  dapat terus ditingkatkan, diimplementasikan dan menjadi inspirasi bagi seluruh ASN Kementerian Kesehatan,

Sekjen berharap inovasi-inovasi tersebut tidak berhenti sampai di tataran ide maupun gagasan saja, namun harus dapat diimplementasikan secara konkrit bagi peningkatan pelayanan kesehatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan untuk masyarakat luas.

”Saya berharap karya inovasi ASN Kementerian Kesehatan bukan hanya berguna di lingkungan Kementerian Kesehatan saja, tetapi dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia, bahkan tidak menutup kemungkinan karyanya dapat digunakan di tingkat internasional,” tutup Sekjen.

Baca: Aplikasi PeduliLindungi Menjadi Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji 2022