Kebijakan BI Untuk Stablitas Inflasi, Nilai Tukar Rupiah dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

0
69
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjito
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjito (Foto: Info Publik)

(Vibizmedia – Nasional) Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022 pada Kamis (18/8/2022) Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjito mengatakan bahwa  pihaknya akan terus mengarahkan kebijakan-kebijakan untuk memastikan stabilitas inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, dan bersama mendorong pertumbuhan ekonomi.

Gubernur BI menyatakan bahwa kebijakan BI lainnya yakni kebijakan makroprudensial, kebijakan sistem pembayaran, kebijakan pasar uang, kebijakan untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan kebijakan ekonomi keuangan syariah masih diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Nilai Tukar Rupiah Termasuk Yang Paling Stabil di Dunia

Perry menambahkan, nilai tukar rupiah termasuk mata uang yang paling stabil di dunia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. Karenanya, BI terus melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. Adapun langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah tersebut merupakan salah satu bagian dari kebijakan moneter bank sentral yang saat ini memang terus diarahkan kepada stabilisasi.

Selain stabilisasi nilai tukar, pihaknya juga mengelola likuiditas yang cukup dan masih bisa mempertahankan suku bunga acuan dalam level yang rendah yakni 3,5 persen untuk sementara waktu.

Apresiasi Pada Menko Perekonomian Yang Bekerja Keras Mengendalikan Inflasi

Pada kesempatan itu, Perry Warjiyo menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan seluruh para menteri yang bekerja keras, para gubernur, bupati, dan walikota, yang juga bekerja dengan usaha ekstra untuk mengendalikan inflasi.

Diperlukan Langkah Bersama Kendalikan Inflasi Pangan

Menurut Perry, diperlukan langkah bersama untuk mengendalikan tekanan inflasi pangan, mendorong produksi, serta mendukung ketahanan pangan nasional, lantaran tidak hanya penting bagi pemulihan ekonomi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan rakyat.

Untuk itu beberapa waktu lalu BI dengan pemerintah pusat dan daerah menginisiasi suatu gerakan di beberapa daerah untuk pengendalian inflasi pangan sejak Agustus 2022.

“Gerakan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk dapat segera mengatasi tingginya inflasi pangan sehingga menjaga daya beli masyarakat,” ujar Perry.

Baca: Kerja Sama Pemda dengan Pusat Diproyeksikan Mampu Tekan Inflasi Jadi Dibawah 3%