Upacara Bendera HUT RI Dilakukan di Wilayah Perbatasan, Warga Diajak Syukuri Nikmat Kemerdekaan

0
71
Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI
Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI dilakukan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, tepatnya di Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 17 Agustus 2022 (Foto: Angga/Humas Kemendes PDTT)

(Vibizmedia- Belu,NTT) Dalam laman resmi kemendesa.go.id Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), menuliskan bahwa  Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI sengaja dilakukan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, tepatnya di Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu  (7/8/2022), dengan tujuan mengajak warga mensyukuri nikmat kemerdekaan Indonesia.

Ia menegaskan bahwa rasa syukur atas nikmat kemerdekaan Indonesia harus dimiliki rakyat Indonesia di seluruh pelosok  tanah air, termasuk di desa-desa di wilayah perbatasan seperti Desa Fohoeka.

Dalam acara itu  Mendes PDTT hadir sebagai inspektur upacara, selain itu juga hadir siswa sekolah, warga desa, dan Perangkat Desa Fohokea.

Mendes PDTT menjelaskan, Kemerdekaan RI merupakan momentum besar bagi bangsa Indonesia yang dicapai dengan susah payah dan perjuangan tanpa henti oleh seluruh rakyat.

Oleh karenanya, HUT Kemerdekaan RI harus selalu diingat dan disyukuri oleh seluruh warga negara Indonesia.

“Kemerdekaan Indonesia ini dicapai dengan susah payah. Banyak korban jiwa dan harta dalam meraihnya, maka kita sebagai generasi penerus kita sudah sewajarnya merayakan momentum ini dengan berbagai hal positif seperti upacara bendera dan kegiatan lainnya,” katanya.

Menurut Menteri Abdul Halim, penyelenggaraan upacara HUT Kemerdekaan RI di wilayah desa perbatasan ini penting sebagai penanda jika negara hadir di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu dengan adanya upacara ini, Kemendes PDTT bisa memantau langsung perkembangan pembangunan yang dilakukan di desa-desa wilayah perbatasan.

Mendes menyampaikan  kepada seluruh warga desa dan para generasi penerus bahwa pemerintah terus berkomitmen dalam melakukan pembangunan termasuk desa-desa di wilayah perdesaan.

Lebih lanjut Menteri Abdul Halim mengatakan, membangun Indonesia dari pinggiran, khususnya desa dan daerah-daerah tertinggal di perbatasan negara, adalah tugas dan tanggung jawab kemendesa PDTT.

Dia berharap daerah perbatasan akan menjadi beranda negara yang berdaulat, sejahtera, dan aman.

Ia menegaskan bahwa bagian dari tanggung jawabnya adalah bagaimana pembangunan desa-desa di Indonesia, percepatan pembangunan daerah tertinggal menjadi lebih baik, ekonominya makmur dan kreatif serta mandiri.

Baca: Tinjau Bandara Pangsuma, Menhub Pastikan Konektivitas di Wilayah Perbatasan