PLN Sukses Laksanakan Efisiensi dan Transformasi Bisnis, Mampu Mengurangi Utang pada 2022

0
85
pembangkit listrik
Ilustrasi: Tiang listrik PLN(Foto: PLN)

(Vibizmedia – Jakarta)  PT PLN (Persero) terus mendorong efisiensi dan transformasi bisnis menghadapi tantangan global, salah satunya dengan menekan utang perusahaan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan, “Kementerian BUMN sudah berupaya mengusung transformasi dan efisiensi sehingga operasional BUMN tetap kuat meski dihantam pandemi dan krisis energi. Salah satu BUMN yang telah menunjukkan capaian transformasi adalah PLN.”

PLN dimulai Menteri BUMN sebagai salah satu contoh BUMN yang sukses melaksanakan efisiensi dan transformasi. Erick mengatakan PLN mampu mengurangi utang, bahkan saat pandemi.

PLN mampu menurunkan utang dari Rp 451 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 417 triliun pada Juni 2022, sehingga bisa menyehatkan keuangan dan memberikan kontribusi pada keuangan negara

Erick menyatakan bahwa kemampuan PLN mengurangi utang menunjukkan bahwa PLN sehat dan BUMN akan mendorong untuk terus sehat sehingga bisa menjalankan tugasnya sebagai BUMN dan untuk masyarakat.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, “Efisiensi yang dilakukan menjadi daya tahan bagi PLN untuk menghadapi segala tantangan, salah satunya tantangan penurunan demand. Meskipun dalam kondisi demand menurun dalam dua tahun terakhir, PLN tetap membukukan laporan keuangan yang positif.”

Darmawan melanjutkan bahwa  Erick sudah memberi arahan kepada PLN untuk efisiensi dan inovasi. Oleh karena itu, pertama-tama PLN harus mengurangi cost. PLN juga melakukan transformasi digital dan membongkar bisnis proses PLN. Akan disederhanakan  agar PLN bisa lebih cepat, lyncha dan trampil.

Dengan kondisi efisiensi dan optimalisasi capital expenditure (Capex), PLN mampu memitigasi faktor eksternal yang berdampak pada keuangan PLN.

PLN Mampu Menurunkan Utang Meski Pandemi

Dari sisi pengelolaan utang, lanjut Darmawan, PLN mampu menurunkan utang dari Rp 451 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 417 triliun pada Juni 2022. PLN memprediksi bisa mengurangi beban utang Rp 5 triliun per tahun.

Tidak hanya mendorong efisiensi, Darmawan mengatakan PLN juga tetap melakukan langkah untuk mendorong pertumbuhan demand listrik. Upaya ini diwujudkan melalui program seperti Electrifying Agriculture, Electrifying Marine maupun Electrifying Lifestyle.

PLN juga terus mendorong masifnya penggunaan kendaraan listrik dengan terus menggencarkan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Hingga Juli, saat ini sudah ada 142 unit SPKLU yang tersebar di 109 lokasi seluruh Indonesia.

Selain itu, PLN pun mendorong masyarakat untuk menggunakan kompor induksi sebagai pengganti kompor LPG. Tercatat, sudah ada konversi kompor berbahan bakar LPG ke kompor induksi sebanyak 2.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Surakarta, Jawa Tengah dan Denpasar, Bali.

Dengan arahan dari Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan dikoordinasi oleh Kemenko Perekonomian. Tahun ini PLN menargetkan konversi sebanyak 300 ribu kompor induksi.

Baca: Laba PLN Naik Sebesar Rp 17,4 Triliun Hingga Semester I 2022