Menteri PUPR: Embung Sukodono Selesai Dibangun, Dukung Ketahanan Air dan Pangan

0
72
Lumbung Air Sukodono di Kabupaten Gresik selesai dibangun Kementerian PUPR sejak 2016
Lumbung Air Sukodono di Kabupaten Gresik selesai dibangun Kementerian PUPR sejak 2016 (Foto: Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Nasional) Pada  Senin (22/8/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi)  meninjau lokasi Lumbung Air/Embung Sukodono dan pengembangan Food Estate Mangga di Gresik, Jawa Timur. Bersama Presiden, hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Presiden menyatakan bahwa kehadirannya  di Kabupaten Gresik adalah untuk melakukan penanaman mangga di kurang lebih total 1.000 hektare (ha) di empat kecamatan. Harapannya adalah, food estate,  baik yang milik rakyat atapun swasta, semua terintegrasi dengan embung yang dibangun.

Presiden berharap dengan pengelolaan yang terintegrasi tersebut, pengembangan food estate mangga di Gresik dapat membantu mendorong ekspor buah mangga ke mancanegara.

Presiden menyatakan harapannnya bahwa  jika ditanam sekarang, tiga tahun lagi bisa berbuah sebagian untuk di ekspor dan sebagian untuk keperluan domestik. Karena mangga untuk ekspor masih kurang.

Lumbung Air Sukodono Dukung Pengembangan Lumbung Pangan

Menteri Basuki mengatakan, Lumbung Air Sukodono di Kabupaten Gresik yang dibangun Kementerian PUPR sejak 2016 tersebut mendukung pengembangan lumbung pangan (food estate) hortikultura di kawasan perdesaan yang komoditas utamanya buah mangga.

“Penyediaan sarana dan prasarana air salah satunya melalui pembangunan embung untuk ketahanan air dan ketahanan pangan. Saya pesan tolong lebih dilakukan penghijauan di sekitar embung, terlebih lokasinya berdekatan dengan perkebunan mangga” kata Menteri Basuki.

Memiliki Luas Genangan 28,65 Ha dan Total Volume  1,6 Juta m3

Direktur Air Tanah dan Air Baku Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Agus Rudyanto mengatakan, “Lumbung air Sukodono memiliki luas genangan 28,65 Ha dan total volume tampungan dari kolam lumbung 1, lumbung 2, lumbung 3, dan kolam penenang sebanyak 1,6 juta m3. Embung ini diperuntukkan guna memenuhi kebutuhan air pertanian lahan irigasi seluas 2.233 ha.”

Agus mengatakan, dari total luas daerah irigasi 2.233 ha, sebanyak 250 ha akan ditanami mangga oleh PT Galasari selaku pengelola perkebunan mangga dan sisanya nanti sekitar 1.900 ha untuk tanaman hortikultura lainnya untuk para petani sekitar.

“Irigasi Sukodono dibagi menjadi tiga blok yakni blok kiri, tengah dan kanan. Blok kiri untuk lahan irigasi sekitar 900 ha, saat ini BBWS Bengawan Solo sudah membangun jaringan irigasinya berupa box-box untuk menyalurkan air sebanyak kurang lebih 36 buah,” kata Agus.

Selain Irigasi juga Berfungsi Memenuhi Air Baku bagi 9 Desa

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Maryadi Utama menambahkan, selain untuk irigasi, lumbung air ini juga difungsikan untuk pemenuhan air baku sebesar 30 liter/detik bagi 9 desa yang berada di dua kecamatan. “Saat ini pada tahun 2022, sedang dilakukan rehabilitasi embung untuk penanganan longsor, ditargetkan rampung pada akhir 2022. Untuk ke depannya sesuai arahan Menteri PUPR pengelolaan air bakunya akan bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki dalam acara tersebut Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Air Tanah dan Air Baku Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Agus Rudyanto, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Maryadi Utama.

Baca: Presiden Jokowi Luncurkan Food Estate Mangga dan Taksi Alsintan di Gresik