Pelestarian Ikan Jelawat di Jambi Melalui Restocking

0
71
Ikan jelawat yang merupakan ikan endemik di Danau Sipin dan Perairan Sungai Batanghari, Jambi. (Foto: Kementerian KKP)

(Vibizmedia – Jambi) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak berhenti melakukan langkah pelestarian ikan jelawat yang merupakan ikan endemik di Danau Sipin dan Perairan Sungai Batanghari, Jambi. Upaya tersebut dilakukan melalui restocking untuk menjaga populasi ikan tersebut.

Restocking adalah menebarkan kembali jenis-jenis ikan yang menurut sejarahnya mendiami suatu perairan, yang karena suatu sebab terjadi penurunan populasi atau tidak ditemukan lagi.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu memberi penjelasan, “Ikan jelawat merupakan ikan endemik di perairan umum yang ada di Jambi. Merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomi dan mempunyai nilai gizi yang tinggi, serta digemari masyarakat untuk dikonsumsi. Kegiatan restocking tersebut dalam rangka menambah stok populasi ikan jelawat yang keberadaannya sudah mulai berkurang.”

Kegiatan restocking juga dilakukan di Danau Sipin yang memiliki luas sekitar 85 hektar dan menjadi tumpuan masyarakat sekitar untuk memperoleh hasil perikanan. Restocking ikan lokal seperti ikan jelawat dan nilem yang dilakukan melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam diharapkan dapat meningkatkan stok ikan air tawar di Kota Jambi, dan juga kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dalam siaran resmi KKP, Sabtu (20/8/2022), Tebe, panggilan akrab Tb Haeru Rahayu, menambahkan bahwa .yang tidak kalah penting, program tersebut juga dapat meningkatkan ketahanan pangan, sehingga dapat menekan angka stunting di Kota Jambi. KKP berharap, dengan program tersebut bisa meningkatkan ketahanan pangan di Kota Jambi, sehingga dapat menurunkan angka stunting.

Sementara itu, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Andy Artha Donny Oktopura, menyampaikan bahwa Jambi memiliki keanekaragaman jenis ikan lokal, namun sangat disayangkan menurut sejumlah penelitian populasinya kian menurun.

Padahal menurut Andy, dengan keberadaan Sungai Batanghari seharusnya Kota Jambi mempunyai potensi sumber daya ikan yang luar biasa besar. Dengan demikian pihaknya melakukan restocking ikan jelawat dan nilem dengan jumlah masing-masing sebanyak 77 ribu ekor.

ikan endemik
Ikan jelawat yang merupakan ikan endemik di Danau Sipin dan Perairan Sungai Batanghari, Jambi.(Foto: KKP)

Andy menyatakan bahwa total sebanyak 154 ribu ekor ikan lokal direstocking di Danau Sipin dan perairan Sungai Batanghari, Kota Jambi. Dengan restoking ini upaya dilakukan untuk meningkatkan stok populasi ikan air tawar di perairan umum, melestarikan keanekaragaman sumberdaya ikan, meningkatkan produksi ikan untuk pemenuhan gizi, kesejahteraan, pendapatan dan kesempatan kerja tambahan dari sektor perikanan.

Menurutnya saat ini BPBAT Sungai Gelam telah mampu memproduksi benih ikan lokal bernilai ekonomis tinggi yang mulai punah di alam meliputi ikan jelawat, nilem, baung, gabus haruan, dan gurame.

Andy juga mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk menjalin sinergi dengan segenap pihak dalam memajukan sektor perikanan, khususnya bidang perikanan budidaya di Kota Jambi. Andy menjelaskan kegiatan restocking ikan lokal ini merupakan salah satu kegiatan prioritas KKP dalam mendorong pengembangan konsep blue ekonomi dimana ekologi menjadi panglimanya.

Sehingga diharapkan kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat terjadap keberlanjutan lingkungan dan sumber daya ikan tetapi juga mempunyai manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Sementara itu, Camat Danau Sipin, Kota Jambi, Rizalul Fikri menyampaikan restoking yang dilakukan memiliki banyak manfaat terutama dalam menambah populasi ikan di Danau Sipin.

Dia mengatakan warga sekitar Danau Sipin dan Sungai Batanghari masih mengandalkan hasil perikanan dari danau tersebut.

Rizalul Fikri menyatakan harapan masyarakat Danau Sipin adalah kegiatan ini bisa terus dilaksanakan, agar kebutuhan protein warga sekitar bisa terpenuhi, sehingga masyarakat kami bisa tumbuh sehat.

Belum lagi menurutnya ikan jelawat saat ini memiliki harga kisaran Rp 60 ribu perkilogram bisa menambah penghasilan warga sekitar. Jika ikan yang telah direstocking di Danau Sipin bisa berkembang biak, tentu akan menjaga habitat ikan jelawat, dan menjadi mata pencaharian warga.

“Tinggal bagaimana kami mengelola dan menjaga kelestarian ikan lokal di Danau Sipin agar ekologinya tetap terjaga,” kata Rizalul Fikri.

Baca: Aksi Kolaborasi Program Penyu untuk Indonesia, KKP dan Daihatsu Melestarikan Laut