Presiden Jokowi Ajak Kadin Dukung Substitusi Impor dengan Produksi Jagung dan Sorgum

0
72
Kadin
Presiden dalam arahannya pada Kadin Provinsi se-Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Selasa, 23 Agustus 2022. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo mendorong para anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk memanfaatkan peluang serta optimistis Indonesia dapat menghadapi ketidakpastian global. Menurutnya, terdapat peluang dalam setiap kesulitan yang sedang terjadi.

“Dalam situasi sesulit apapun pasti ada peluang. Dan yang bisa menggunakan peluang itu adalah entrepreneur, wirausahawan, bapak-ibu sekalian, enggak ada yang lain,” tegas Presiden dalam arahannya pada Kadin Provinsi se-Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Selasa, 23 Agustus 2022.

Dalam kondisi krisis saat ini, Presiden mengatakan bahwa peluang yang dapat diambil oleh para anggota Kadin yaitu di bidang pangan. Menurut Presiden, sejumlah negara seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Arab Saudi meminta pemerintah Indonesia untuk kembali melakukan ekspor beras, tetapi hal tersebut belum dapat terpenuhi.

“Saat ini kita belum berani, sudah kita setop dulu. Tapi begitu produksinya melompat karena Bapak-Ibu terjun ke situ, bisa saja melimpah dan bisa kita ekspor dengan harga yang sangat feasible, dengan harga yang sangat baik,” katanya.

Di samping itu, Presiden juga mendorong para anggota Kadin untuk mendukung substitusi impor dengan melakukan penggantian barang impor asing dengan barang produksi dalam negeri. Contohnya, gandum yang saat ini masih mengandalkan impor dari negara lain dapat diganti dengan campuran gandum seperti sorgum.

“NTT itu adalah tempatnya sorgum, sangat subur sekali dan feasible. Dicoba ajalah, enggak usah ribuan hektare, coba saja 10 hektare, Presiden ngomong benar enggak sih. Kalkulasi, masuk tanam sebanyak-banyaknya, itu nanti dipakai untuk campuran gandum,” lanjutnya.

Selain gandum, Presiden menyebutkan bahwa para anggota Kadin juga dapat mengambil peluang dari tanaman pangan jagung karena permintaan baik dari dalam maupun luar negeri cukup tinggi.

“Ini peluang, jagung di mana pun Bapak, Ibu sekalian tanam itu tumbuh. Kalau Kadin kerja jangan yang tradisional dong. Mekanisasi, konsorsium bareng-bareng bikin 100 ribu hektare dengan alat-alat modern, pemupukan pakai drone, ini baru Kadin,” terangnya.