Budidaya Udang Konsep Hulu-Hilir Pacu Produksi

0
74
Budidaya udang
Ilustrasi: Budidaya Udang Vaname (Foto: KKP)

(Vibizmedia – Economy & Business) Budidaya udang yang baik sangat penting untuk meningkatkan produksi udang nasional. Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, mengajak pembudidaya hingga pelaku usaha udang menerapkan konsep hulu – hilir pada kegiatan budidaya udang di Indonesia.

Udang merupakan komoditas perikanan yang sangat diminati oleh pasar dunia. Permintaan pasar udang global berada di nomor dua setelah salmon. Indonesia selama 2015-2020 berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia rata-rata sebesar 6,9 persen.

“Strategi pengembangan budidaya udang harus menggunakan konsep pengembangan budidaya udang yang memenuhi konsep pendekatan hulu-hilir yang baik dalam satu kawasan industri atau kawasan ekonomi,” ungkap Menteri KP Trenggono dalam Musyawarah Nasional (Munas) Shrimp Club Indonesia (SCI) ke-5 di Surabaya, Selasa (23/8/2022).

Kelebihan konsep pendekatan hulu-hilir adalah hatchery, pabrik pakan, on-farm budidaya udang, pengolahan hasil budidaya, proses pengemasan, pabrik es, hingga pabrik kemasan berada dalam satu kawasan. Dengan demikian, kegiatan ekonomi yang dihasilkan lebih besar dan memberikan peluang usaha yang lebih beragam lagi kepada masyarakat.

Pengembangan budidaya udang menggunakan konsep hulu hilir ini menurut Menteri Trenggono dapat memacu peningkatan produksi udang nasional. Pemerintah menargetkan produksi udang sebanyak 2 juta ton pada 2024.

Baca juga: Kejar Target 2 Juta Ton Udang Nasional, KKP Pacu Tambak Udang Terintegrasi

Diharapkan, budidaya udang dapat berkontribusi lebih besar lagi pada pertumbuhan ekonomi nasional maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudidaya. Sepanjang 2021, nilai ekspor udang Indonesia mencapai USD2,2 miliar, tertinggi di antara komoditas perikanan lainnya.

KKP juga sedang mengembangkan tiga strategi yaitu pertama: melakukan evaluasi tambak udang existing. Kedua, merevitalisasi tambak udang tradisional menjadi semi intensif atau intensif dengan produktivitas semula 0,6 ton per Ha per tahun menjadi 2ton Ha. Ketiga, membangun tambak udang modeling skala industri di beberapa titik Indonesia sesuai konsep pendekatan hulu dan hilir.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Tebe Haeru yang turut hadir dalam acara itu, menambahkan pentingnya menjaga keberlanjutan dalam menjalankan kegiatan budidaya udang di Indonesia.

Baca juga: Genjot Produksi Udang, KKP Berikan Program Pelatihan Budidaya Udang Vaname di Aceh