Industri TPT Butuh 135.000 Tenaga Kerja

0
60
Industri Tekstil dan Produk Tekstil
Ilustrasi Industri Tekstil dan Produk Tekstil (Foto: Kemenperin)

(Vibizmedia – Industry) Industri TPT merupakan manufaktur padat karya dan penghasil devisa. Industri TPT nasional masih kekurangan pasokan SDM hingga 135.000 orang per tahun.

Industri TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) ini berorientasi ekspor. Pada Januari-April 2022, industri TPT menjadi penghasil devisa melalui capaian ekspornya dengan nilai sebesar USD5,36 miliar.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan di Jakarta, Sabtu (27/8) mengemukakan, kinerja TPT akan berjalan lebih baik jika ditopang oleh SDM yang memadai dan kompeten.

“Pada masa pandemi Covid-19, industri TPT menyerap tenaga kerja hingga 3,65 juta orang atau 19,5% dari total tenaga kerja industri manufaktur,” ungkapnya.

Meskipun begitu, industri TPT nasional masih kekurangan pasokan SDM dengan jumlah yang signifikan hingga 135.000 orang per tahun. Untuk itu BPSDMI Kemenperin menjalankan berbagai program, di antaranya melalui pembangunan unit pendidikan vokasi industri Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta pada tahun 2015. Juga meningkatkan kualitas Politeknik STTT Bandung yang sudah berdiri selama 100 tahun.

BPSDMI menggandeng stakeholder industri dalam berbagai forum dan diskusi, yang melibatkan pelaku usaha, industri dan asosiasi mulai dari perencanaan program studi, penyusunan kurikulum, kegiatan pengajaran, kegiatan praktek kerja industri, hingga penyerapan lulusan.

Baca juga: Ekspor Industri Tekstil Ditargetkan Capai USD 14 Miliar di 2022

“Untuk itu, kegiatan seperti Temu Industri Akom Tekstil Solo juga menjadi contoh baik yang harus terus dilakukan, karena dapat menyerap aspirasi kebutuhan industri tekstil yang selanjutnya dituangkan dalam rencana pembelajaran,” tutur Arus.

Agar bisa mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja dari lulusan unit pendidikan vokasi industri, Kemenperin melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI menghadirkan Career Development Center (CDC) Unit Pendidikan Kementerian Perindustrian.

CDC akan menjadi integrated platform sekaligus ikon BPSDMI Kemenperin yang juga menjadi role model bagi instansi lainnya. Ada beragam fitur yang dirancang di sistem CDC untuk membantu peserta didik dalam perjalanan karir mereka, seperti fitur Lowongan Kerja, Klinik Vokasi Industri, Tes Minat dan Bakat, Lowongan Prakerin, Kewirausahaan, Beasiswa, dan lain-lain.

Diharapkan Akom Tekstil Surakarta dapat mengimplementasikan Corporate University (CorpU). BPSDMI CorpU berperan sebagai strategi pengembangan pembelajaran individu dan organisasi, dengan pemanfaatan manajemen ilmu pengetahuan dan program-programnya yang berfokus pada tujuan dan strategi organisasi.