Pentingnya Dukungan Organisasi Internasional untuk Tingkatkan Kapasitas Penelitian dan Manufaktur

0
72
health working group

(Vibizmedia – Bali) Salah satu hal utama yang disampaikan Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia, Apt, M.Pharm, MARS selaku Ketua Pertemuan Health Working Group ke-3 (HWG3) dalam kerangka G20, adalah banyak delegasi menyatakan dukungan organisasi internasional sangatlah penting dalam meningkatkan kapasitas penelitian dan manufaktur selama pandemi.

Inilah yang ia sampaikan dalam konferensi pers Summary HWG3 di Bali, Selasa (23/8) lalu. Beberapa potensi kerja sama yang telah teridentifikasi dalam pertemuan G20 adalah  pusat pelatihan biomanufaktur global, upaya penelitian kolaboratif, mekanisme berbagi data, kemitraan publik-swasta, penelitian dan ekosistem manufaktur.

Dr. Rizka mengakui kesiapan Argentina, Brasil, India, Afrika Selatan, Arab Saudi, dan Turki bersama-sama dengan Indonesia, serta mengajak negara-negara G20 lainnya dan organisasi internasional untuk bergabung dan berpartisipasi aktif dalam kemitraan  ini.

Misi 100 Hari Kesiapsiagaan Vaksin

Dr. Rizka menyampaikan salah satu upaya  yang perlu dukungan global organisasi internasional yaitu  terkait misi 100 hari kesiapsiagaan vaksin yang mencakup koordinasi pendanaan dan transfer teknologi antar negara. Hal ini  dinilai penting.

Dr. Rizka melanjutkan, 100 hari pertama kesiapsiagaan vaksin sangat penting, namun, pihaknya membutuhkan misi berkelanjutan di luar 100 hari pertama tersebut.

Kesiapsiagaan Juga Mencakup Alat Diagnostik, Tindakan Terapeutik dan One Health

Pasalnya, bukan hanya kesiapsiagaan vaksin yang harus dilakukan melainkan kesiapsiagaan yang mencakup alat diagnostik, tindakan terapeutik, dan menghubungkannya dengan One Health.

Sektor Swasta Perlu Dilibatkan untuk Transfer Teknologi

Terkait transfer teknologi, diperlukan kemitraan yang harus melibatkan sektor swasta. Negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah harus secara proaktif berkontribusi pada misi ini.

Perlu Dukungan Internasional untuk Perluasan Manufaktur dan Penelitian

Upaya lain yang perlu dukungan organisasi internasional adalah perluasan manufaktur dan penelitian vaksin, terapeutik, dan diagnostik (VTD) secara global.

Organisasi internasional telah menetapkan platform dan jaringan yang memungkinkan akses vaksin, terapeutik, dan diagnostik (VTD) lebih cepat untuk pandemi.

”Platform dan jaringan yang sudah ada saat ini dapat berfungsi sebagai landasan untuk membangun sebuah platform global yang terhubung,” ucap Dr. Rizka.

Dibutuhkan peningkatan investasi, peningkatan koordinasi antara bidang keuangan dan bidang kesehatan untuk mendukung VTD tersebut.

”Beberapa delegasi dari pertemuan HWG ke-3 ini menyoroti pentingnya menyelaraskan regulasi untuk mendukung peningkatan penilitian dan produksi. Persetujuan dan peraturan harus dipercepat,” kata Dr. Rizka.

Pembahasan lebih rinci terkait peningkatan kapasitas penelitian dan manufaktur terkait vaksin, terapeutik, dan diagnostik akan dilakukan pada pertemuan teknis sebelum pertemuan  menteri kesehatan (HMM) G20 ke-2 pada Oktober 2022.

Baca:

Health Working Group (HWG) ke-3 Suarakan Equality dalam Riset dan Produksi untuk Hadapi Pandemi