Implementasi Program S.I.A.P QRIS Tingkatkan Konsumsi Masyarakat dan Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

0
65
Program S.I.A.P QRIS
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destri Damayanti; Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Onny Widjanarko; Direktur Pengawasan Bank Kantor Regional 1 Otoritas Jasa Keuangan, Achmad Fauzi, Walikota Jakarta Selatan, Munjirin serta Anggota Komisi XI DPR RI, Masinton Pasaribu menekan tombol sebagai tanda Peluncuran S.I.A.P QRIS yang berlangsung di Mall Pondok Indah, Jakarta, Sabtu, 27 Agustus 2022 (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Jakarta) Saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran S.I.A.P QRIS Mall Pondok Indah, Sabtu (27/8) di Mall Pondok Indah, Jakarta, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga  menyatakan mendukung optimalisasi  implementasi program Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai (S.I.A.P) QRIS yang dicanangkan Bank Indonesia (BI) di pusat perbelanjaan (mall) dan pasar rakyat. Hal ini akan dapat mendorong konsumsi masyarakat untuk turut mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Turut hadir Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti, Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Onny Widjanarko, Direktur Pengawasan Bank Kantor Regional 1 Otoritas Jasa Keuangan Achmad Fauzi, Anggota Komisi XI DPR RI, dan Walikota Jakarta Selatan Munjirin.

Program S.IA.P QRIS
Wamendag menyebutkan, tahun ini program (S.I.A.P) QRIS sudah diterapkan di 30 pusat perbelanjaan dan 130 pasar rakyat. (Foto: Kemendag)

Wamendag Jerry menyatakan harapannya agar program S.IA.P QRIS dapat diimplentasikan secara optimal, sehingga dapat mendorong konsumsi masyarakat. Selain itu, mengingat saat ini masa pandemi menuju endemi, tentunya, hal tersebut dapat turut mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Wamendag Jerry mengungkapkan, program (S.I.A.P) QRIS yang dicanangkan Bank Indonesia merupakan salah satu langkah konkret dalam digitalisasi pembayaran. Program ini mewujudkan transaksi pembayaran yang lebih aman secara kesehatan, lebih cepat, dan praktis.

Ia juga menegaskan bahwa  QRIS juga dipandang sebagai jawaban atas transaksi pembayaran daring yang semakin masif. Sebagaimana saat ini banyak penyedia layanan pembayaran digital yang bisa di pakai. Wamendag menyebutkan, tahun ini program (S.I.A.P) QRIS sudah diterapkan di 30 pusat perbelanjaan/mall dan 130 pasar rakyat. Sementara itu, transaksi ritel yang kembali menggeliat juga menjadi peluang penerapan QRIS lebih luas, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Dengan  peluncuran (S.I.A.P) QRIS kali ini diharapkan bisa mendorong para pelaku usaha sektor ritel dan pusat perbelanjaan, khususnya di wilayah DKI Jakarta untuk memanfaatkannya secara optimal. Sebab, DKI Jakarta merupakan pionir kemajuan teknologi perdagangan di Indonesia, jelasnya.

Menurut Wamendag Jerry, para peritel, baik yang berdiri sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan atau mall memiliki kontribusi penting dalam mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu faktor pendorong tertinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusinya mencapai 51,47% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti menuturkan, saat ini BI juga sedang mengembangkan crossboarder payment.

Destri menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam proses kerja sama dengan lima negara ASEAN, yaitu Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Harapannya  hal ini akan semakin memudahkan transaksi perdagangan tidak hanya bagi warga negara Indonesia, tetapi juga bagi warga negara asing.

Destri menambahkan, QRIS dapat memudahkan para pedagang untuk mencatat transaksi. Hal ini sangat bermanfaat bagi para pedagang, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku UMKM tidak perlu menyiapkan uang kembalian, terbebas dari uang palsu, lebih higienis, dan tentunya lebih efisien.

Sementara, Walikota. Jakarta Selatan Munjirin menyampaikan harapannya agar program S.I.A.P QRIS dapat diterapkan di seluruh pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Hal ini bertujuan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Agustus 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II-2022 tumbuh 5,44 persen secara tahunan. Sementara, dari sisi ekspor, surplus neraca perdagangan pada Semester I mencapai USD 24,89 Miliar atau tertinggi sepanjang sejarah, melebihi tahun 2007 sebesar USD 20,15 Miliar. Ekspor nonmigas juga tumbuh 37,33 persen pada periode tersebut.

Baca:

Gubernur BI: QRIS Sambungkan Sistem Pembayaran Indonesia ke Dunia