RAPBN 2023 Didesain Senantiasa Waspada, Antisipatif Dan Responsif

0
126
RAPBN 2023 Didesain Senantiasa Waspada, Antisipatif Dan Responsif
(Photo:Vibizmedia)

(Vibizmedia-Nasional) Arsitektur APBN 2023 dirancang dengan semangat optimisme, namun tetap dengan kewaspadaan yang tinggi. Ekonomi yang mampu tumbuh impresif hingga 5,44% pada triwulan II 2022 serta inflasi yang terjaga pada level moderat 4,94% per Juli 2022, menjadi landasan optimisme dalam merancang kebijakan fiskal tahun mendatang.

Di sisi lain, dunia sedang dihadapkan pada pergeseran risiko dari pandemi ke gejolak ekonomi global. IMF bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi global melambat signifikan dari 6,1% di tahun 2021 menjadi 3,2% di tahun 2022 dan 2,9% di tahun 2023.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Nota Keuangan tanggal 16 Agustus 2022 lalu mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi global saat ini akan melemahkan pemulihan ekonomi yang sedang berjalan sehingga berpotensi terjadinya stagflasi. Untuk itu APBN masih akan mengoptimalkan perannya sebagai shock absorber dalam merespon berbagai tantangan ke depan, yakni kenaikan harga komoditas, menjaga daya beli masyarakat, serta momentum pemulihan ekonomi.

RAPBN 2023 didesain senantiasa waspada, antisipatif, dan responsif terhadap berbagai kemungkinan skenario yang bergerak sangat dinamis dan berpotensi menimbulkan gejolak.

Oleh karenanya, kebijakan fiskal 2023 akan berfokus pada lima hal yaitu penguatan kualitas SDM unggul, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi, pelaksanaan revitalisasi industri, dan pembangunan dan pengembangan ekonomi hijau.

APBN 2023 Tetap Dijaga Supaya Tetap Kredibel dan Sustainable