Kenaikan Harga BBM Dorong Inflasi, Wamenkeu: November Kembali Normal

0
89
Wakil Menteri Keuangan
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. FOTO: KEMENKEU

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah memberikan dukungan terhadap dampak dari penyesuaian harga BBM agar tidak membebani masyarakat, yakni melalui berbagai tambahan bantuan sosial dalam bentuk pengalihan kebijakan subsidi.

“Kalau harga BBM itu naik tanpa ada bantalan, pasti kemiskinan meningkat. Namun dengan kita berikan bantalan kepada kelompok yang paling bawah tadi, yang desil satu itu ada 6,5 juta rumah tangga tapi kita memberikan bantuan itu kepada 20,65 juta keluarga, lalu kita berikan lagi BSU dan Pemda juga memberikan bantuan dari APBD, maka kita harapkan pendapatan masyarakat dan daya beli masyarakat kelompok miskin dan rentan akan tetap terjaga, dan malah ini akan meningkatkan kemampuan mereka melakukan konsumsi,” jelas Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam keterangannya, pada Senin, 5 September 2022.

Suahasil juga menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM akan mendorong inflasi bulan di September dan Oktober. Tetapi, secara month to month (bulan ke bulan), ia berharap di bulan November sudah kembali ke pola normal.

“Jadi biasanya inflasi yang seperti ini cepat dalam 1 hingga 2 bulan naik kemudian bulan ke-3 dia mulai normalisasi. Nah itu nanti akan kita perhatikan terus bagaimana sampai dengan akhir tahun. Tapi gak papa, dengan peningkatan harga itu malah memberikan insentif kepada produsen untuk melihat bahwa kita bisa melakukan proses produksi lebih kuat lagi,” terangnya.

Selanjutnya, Suahasil mengatakan bahwa pemerintah tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2022 akan tetap berada pada kisaran 5,1%-5,4%.

“Kita bayangkan bahwa sampai dengan akhir tahun pertumbuhan kita ini akan tetap ada dalam range itu, antara 5,1-5,4%. Kegiatan ekonomi tetap berjalan ini kita lihat di daerah-daerah maupun di berbagai macam tempat tetap menggeliat di semua sektor, ini kita perhatikan terus,” ungkap Suahasil.