Memulihkan Pendidikan Global Dengan Semangat Gotong-Royong Sebagai Warisan Presidensi Indonesia

0
68
pertemuan keempat Kelompok Kerja Pendidikan G20 (G20 Education Working Group/EdWG)
Pertemuan keempat Kelompok Kerja Pendidikan G20 (G20 Education Working Group/EdWG), Nusa Dua, Bali (Foto: Kemendikbudristek)

(Vibizmedia – Nusa Dua, Bali) Melalui pertemuan keempat Kelompok Kerja Pendidikan G20 (G20 Education Working Group/EdWG), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)  bersama Negara-negara Anggota G20, negara-negara undangan khusus, dan organisasi internasional tuntas menyelesaikan salah satu dari hasil kerja kelompok ini.

G20 Education Working Group/EdWG
Ketua EdWG G20 sekaligus Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Iwan Syahril (Foto: Kemendikbudristek)

Ketua EdWG G20 sekaligus Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Iwan Syahril, mengatakan bahwa prinsip gotong royong telah dilakukan bersama-sama dalam kelompok. Sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, di mana terlepas dari perbedaan nilai, pandangan, dan latar belakang yang ada, tetap terjalin suatu kesatuan.

Iwan menyatakan, terinspirasi dari semboyan gotong royong  ini, Kemendikbudristek terus berkomitmen untuk mengimajinasikan ulang, membangun kembali, serta memulihkan sektor pendidikan guna memperluas akses terhadap pendidikan yang berkualitas.

Pada  pertemuan ini, Wakil Ketua  EdWG G20, Anindito Aditomo, yang menjabat sebagai Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek turut mengapresiasi kolaborasi yang dibangun para delegasi saat dirinya memimpin sesi hasil kerja G20 bidang pendidikan, yakni laporan dan kompendium.

Anindito menuturkan, hasil kerja dari Kelompok Kerja Pendidikan mencerminkan semangat gotong royong untuk mencapai tujuan bersama. Informasi dan wawasan di dalam dokumen-dokumen hasil kerja tersebut merupakan kontribusi berharga terhadap upaya kita untuk pulih bersama dan bangkit lebih kuat menuju masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Neeta Prasad, Troika Co-Chair dari India turut menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap hasil kerja dari pertemuan Kelompok Kerja Pendidikan pertama hingga yang keempat.

“Saya mengapresiasi Presidensi Indonesia yang telah mempersiapkan kompendium dan inisiatif praktik-praktik baik serta capaian hasil kerja. Laporan tersebut akan sangat berguna bagi negara anggota G20 untuk saling belajar, serta untuk membangun solidaritas dan melanjutkan kolaborasi di antara negara anggota G20,” tambah Neeta Prasad, Troika Co-Chair India.

Rencananya, Kemendikbudristek akan membawa praktik baik hasil kerja EdWG G20 ini ke pertemuan Transforming Education Summit (TES) yang diselenggarakan di Markas PBB, New York, pada bulan September 2022 dan forum internasional lainnya. Aksi ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikbudristek menggalang kolaborasi  dunia dalam mentransformasi  masa depan pendidikan global.

Iwan menegaskan bahwa kelompok kerja ini telah mencapai tonggak penting, ia sangat percaya bahwa  bersama-sama akan memulihkan pendidikan global dengan  semangat kolaborasi. Ini merupakan sebuah warisan Presidensi Indonesia yang diharapkan dapat diteruskan oleh Presidensi India, dan pada tahun-tahun mendatang.

G20 Education Working Group/EdWG
Para delegasi yang mengikuti G20 Education Working Group/EdWG keempat di Nusa Dua, Bali (Foto: Kemendikbudristek)

Baca:

Komitmen Gotong Royong Negara G20 Pulihkan Sektor Pendidikan dan Kesetaraaan Pendidikan Dunia