G20 Digital Innovation Network Secara Simbolis Diserahkan Ke India, Diharapkan Terus Berlanjut

0
68
Hand Over Indonesia Elevasi Digital Innovation League Jadi Digital Inovation Network
Dirjen Aptika Kementerian Kominfo saat menyerahkan secara simbolis G20 Digital Innovation Network kepada Wakil Sekretaris Kementerian Luar Negeri India Naman Upadhyaya. Acara itu berlangsung dalam Handsover Ceremony, di The Westin Hotel, Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (04/09/2022) sore (Foto: Kementerian Kominfo)

(Vibizmedia – Bali) G20 Digital Innovation Network  telah diinisiasi Pemerintah Republik Indonesia dengan menyempurnakan G20 Innovation League dalam Presidensi G20 Italia tahun 2021.  Melalui G20 DIN, Presidensi Indonesia memfasilitasi multistakeholder saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan ide berkaitan dengan digitalisasi.

Semuel A. Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, menyatakan, Presidensi G20 Indonesia menyerahkan G20 DIN secara simbolis kepada India yang akan menjadi tuan rumah pertemuan G20 pada tahun 2023.

Ia menyampaikan bahwa acara ini adalah kelanjutan dari Presidensi G20 Italia yaitu Digital Innovation League. Indonesia mengubah atau meng-alternate yang membuat lebih baik,  bagaimana membangun jaringan (networking) dan berkolaborasi.

Hal ini disampaikannya  saat menyerahkan secara simbolis G20 Digital Innovation Network lewat Handsover Ceremony, di The Westin Hotel, Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (04/09/2022) sore.

Harapannya Acara yang Sama Akan Dilanjutkan Presidensi India

Dirjen Semuel menyatakan harapan Presidensi G20 Indonesia untuk melanjutkan G20 DIN.  Pemerintah Indonesia masih merencanakan nama penyelenggaran Presidensi G20 berikutnya untuk dapat memperluas sektor perusahaan startup yang berpartisipasi.

“Harapannya, acara yang sama akan dilanjutkan oleh Presidensi G20 India. Semoga akan ada kelanjutan dari semua upaya kami selama penyelenggaraan acara yang telah berlangsung mulai 2 hingga 4 September, hari ini, pada Presidensi mendatang,” ungkapnya .

Menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, jika Presidensi G20 India tidak melanjutkan maka Indonesia akan mengubah penamaan acara itu yang masih akan dimatangkan. Dengan prinsip mentransformasikan kegiatan bisnis ke era digital.

“Apabila India melanjutkan, kami akan mengubah nama. Di tahun depan, mungkin nama Digital Innovation Network akan berbeda karena itu sudah melekat pada penyelenggaran G20,” jelasnya.

Memfalisitasi Startup Digital Menjadi Agenda Tahunan Kementerian Kominfo

Dirjen Semuel menyatakan program untuk memfasilitasi startup digital akan menjadi agenda tahunan Kementerian Kominfo.

Ia menyatakan hal ini untuk membantu startup di Indonesia dan negara-negara yang mendukungnya.Sehingga bersama-sama bisa berkolaborasi untuk menciptakan solusi dan inovasi yang lebih baik lagi.

Presidensi G20 India Tahun Depan Angkat Beberapa Topik yang Dibawa Indonesia

Sementara itu, Wakil Sekretaris Kementerian Luar Negeri India Naman Upadhyaya memuji penyelenggaraan G20 DIN di Indonesia. Menurutnya, acara tersebut telah memberikan perspektif baru tentang ekosistem startup global dan pengembangan inovasi digital di tengah transformasi digital global.

Upadhyaya menyatakan, kehadiran begitu banyak startup dan pemodal ventura dalam acara DIN ini menunjukkan keberhasilan organisasi jaringan inovasi digital, itu sebabnya ia ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia yang berhasil menyelenggarakannya.

Wakil Sekretaris Upadhyaya menyatakan Presidensi G20 India tahun depan juga akan mengangkat beberapa topik yang dibawa Indonesia ke Presidensi G20 Indonesia tahun 2022, terutama mengenai transformasi digital.

Ia menegaskan, topik diskusi meliputi inovasi teknologi digital, keamanan siber dan digital, konektivitas digital, dan literasi digital.

Melalu diskusi itu, Pemerintah India mengharapkan  akan lebih banyak ide dan solusi untuk menjawab tantangan global di era digitalisasi saat ini.

“Atas nama Pemerintah India dan masyarakat di India, saya ingin menyambut Anda semua ke India tahun depan, untuk datang dan berinovasi,” ungkap Wakil Sekretaris Kementerian Luar Negeri India.

Baca:

Indonesia Elevasi Digital Innovation League Jadi Digital Innovation Network