Kerjasama KKP Dengan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia Perbaiki Manajemen Kesehatan Ikan dan Lingkungan Budidaya Ikan

0
184

(Vibizmedia – Jakarta) Melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan World Organization of Animal Health (WOAH) atau Organisasi Kesehatan Hewan Dunia untuk meningkatkan produktivitas budidaya.

KKP bersama WOAH  sepakat melaksanakan evaluasi  Performance Veterinary Services (PVS) pathway dengan tujuan perbaikan manajemen kesehatan ikan dan lingkungan budidaya ikan di Indonesia.

WOAH yang sebelumnya dikenal dengan nama Office International des Epizooties (OIE), adalah organisasi antar pemerintah yang mengoordinasikan, mendukung, dan mempromosikan pengendalian penyakit hewan sebagai kontribusi untuk memperkuat sistem dan layanan kesehatan nasional dan regional.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu atau yang biasa dipanggil Tebe menyatakan bahwa manajemen kesehatan ikan dan lingkungan merupakan salah satu fokus utama dalam pembangunan perikanan budidaya di Indonesia yang sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono  melalui program pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berbasis ekonomi biru.

Tebe menjelaskan, implementasi kebijakan di bidang kesehatan ikan dan lingkungan yang telah dilakukan oleh KKP antara lain melalui program pencegahan penyakit ikan, pengendalian residu, pengaturan penggunaan obat ikan dan kontrol terhadap resistensi antimikroba, serta standarisasi laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan, dan juga manajemen lingkungan perikanan budidaya yang baik melalui penerapan CBIB.

Ia juga mengungkapkan bahwa KKP memberikan dukungan penuh kegiatan evaluasi yang dilakukan guna memastikan produk perikanan Indonesia, khususnya perikanan budidaya bebas dari penyakit, aman untuk dikonsumsi, berorientasi ekspor serta menerapkan pengelolaan lingkungan budidaya yang berkelanjutan.

Tebe menegaskan, seluruh upaya ini dilakukan untuk menjamin keberlanjutan sumberdaya perikanan budidaya untuk generasi mendatang.

Sementara itu, ketua tim verifikasi WOAH, Ana Alfonso mengapresiasi kuatnya fokus pemerintah Indonesia dalam mendukung kemajuan sektor perikanan budidaya dengan menjadikannya sebagai kegiatan penunjang devisa negara melalui ekspor maupun meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Menurutnya hal ini memerlukan perencanaan dan koordinasi yang baik terkait manajemen kesehatan ikan dan lingkungan seperti pengendalian dan pencegahan penyakit ikan, sistem tanggap darurat, dan pelaporan yang rutin dan terjadwal.

Ana mengemukakan, Indonesia memiliki jaringan laboratorium nasional yang besar terkait kesehatan hewan akuatik dan memiliki potensi besar bagi produk perikanannya untuk dilakukan modernisasi dan ekspansi. Kolaborasi yang baik juga terjalin secara regional menjadi dasar untuk kesiapsiagaan dan ketanggapan.

Ana juga menilai pentingnya menambahkan komponen kesehatan lingkungan perikanan budidaya seperti biosekuriti, diagnosis dan pengendalian penyakit, vaksinasi, hingga pengobatan penyakit ikan dalam penyuluhan kepada pelaku usaha budidaya. Kolaborasi dan program bersama pihak swasta maupun akademisi dalam bidang penelitian, layanan klinis dan vaksinasi juga dapat terus ditingkatkan.

“Kami mendukung negara – negara seperti Indonesia untuk berkembang menjadi lebih baik melalui instrumen diagnostik yang tepat untuk mempromosikan budaya peningkatan kesadaran, perbaikan berkelanjutan serta tata kelola yang baik” tandas Ana.

Baca:

Utamakan Quality Assurance Untuk Tingkatkan Kinerja Ekspor Produk Perikanan