Inilah Konsep Pembangunan Maritim Menuju Indonesia 2045

0
117
Maritim
Ilustrasi Ekonomi Maritim (Foto: Infopublik)

(Vibizmedia – Nasional) Ekonomi maritim, merupakan salah satu sasaran pembangunan dalam mendukung Visi Pembangunan Maritim Menuju Indonesia 2045. Ini kebijakan yang sangat strategis, jadi publik perlu pemahaman konsep ekonomi maritim untuk pembangunan nasional Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Plt. Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Rifky Setiawan dalam seminar Ekonomi Maritim Indonesia di Bogor, Selasa (6/9/2022).

“Perlu adanya pemahaman tentang konsep ekonomi maritim secara integral, komprehensif, dan riil. Oleh karenanya, dalam sesi pertama seminar ini, kita akan mengupas bagaimana konsep dari pembangunan ekonomi kemaritiman dan bagaimana kita mengukur ekonomi kemaritiman ini, sehingga dapat menjadi pendorong dalam pengambilan kebijakan pembangunan nasional Indonesia,” kata Rifky Setiawan,

Sedangkan Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN, Agus Eko Nugroho, menyatakan bahwa ekonomi maritim berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru. Ini akan memperkuat daya saing dan pengurangan kemiskinan, serta ketimpangan.

Konsep pengembangan ekonomi maritim berbasis pada beberapa aspek, seperti: nilai historis, geografi, dan sosio-kultural masyarakat, heterogeneous capital, sistem yang kompleksitas dan kontradiksi, dan tata kelola yang proper.

Purwanto dari BRIN menyampaikan bahwa nilai PDB kemaritiman Indonesia pada 2020 sebesar Rp1.212 triliun atau 11,31 persen dari PDB Nasional yang mencapai Rp10.722 triliun. NIlai PDB kemaritiman turun sekitar Rp19 triliun dari 2019 yang mencapai Rp1.231 triliun.

Hal itu salah satunya disebabkan karena kinerja sektor nonmaritim tumbuh lebih tinggi dibandingkan sektor maritim. Namun, PDB Nasional pada 2020 justru mengalami peningkatan dari sebesar 11,25 persen menjadi 11,31 persen.

“Namun demikian, kontribusi PDB maritim terhadap PDB nasional pada 2020 mengalami peningkatan dari sebesar 11,25 persen pada 2019 menjadi 11,3 persen di 2020. Hal ini menunjukkan bahwa, dalam situasi goncangan seperti pandemi COVID-19, sektor ekonomi kemaritiman mampu menyerap efek gangguan dan menjadi penyangga perekonomian,” jelasnya.

Untuk mencapai target kontribusi maritim sebesar 12,5 persen di 2045, Indonesia butuh adanya peningkatan kapasitas klaster-klaster potensial yang mencakup sektor perikanan, energi baru dan terbarukan berbasis sumber daya kelautan, hilirisasi industri maritim, pengembangan industri bioteknologi kelautan, peningkatan kapasitas pelabuhan dan tol laut nasional maupun internasional.

Indonesia memerlukan kebijakan berkelanjutan yang lebih terukur, adaptif dan antisipatif dalam memfasilitasi sektor-sektor ekonomi kemaritiman untuk bisa berjalan lebih efektif dan efisien, serta lebih memiliki ketahanan dalam menghadapi potensi krisis di masa depan. Pada dasarnya, terdapat tiga klaster strategis yang dapat mendongkrak nilai PDB maritim, yaitu klaster perikanan, energi dan sumber daya mineral, dan pariwisata.

Baca Juga: Presiden: Indonesia Miliki Potensi Menjadi Poros Maritim Dunia