Kominfo Segera Tindak Lanjuti Dugaan Kebocoran Data Kartu SIM Bersama Ekosistem Pengendali Data

0
106
Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan (Foto: Kemenkominfo)

(Vibizmedia – Jakarta) Adalah komitmen dari Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menjaga keamanan data pribadi masyarakat.

Atas dugaan kebocoran data pendaftaran Kartu SIM telepon Indonesia, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti bersama ekosistem pengendali data.

Dalam Konferensi Pers Update Dugaan Kebocoran Data Pendaftaran Kartu SIM Telepon Indonesia, di Media Center Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Senin (05/09/2022), Dirjen Semuel menyatakan, pihaknya  baru saja mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh operator seluler, Dukcapil (Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil), juga dari BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), Cyber Crime Polri, dan Ditjen PPI (Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo) sebagai pengampu untuk operator seluler.

Kebocoran Data Berkaitan dengan Data NIK dan Nomor Telepon

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menyatakan, dalam koordinasi tersebut disimpulkan bahwa dugaan kebocoran data pendaftaran kartu SIM telepon Indonesia yang muncul beredar di publik berkaitan dengan data NIK dan nomor telepon.

Ia menjelaskan, dalam kesimpulannya,  semua melaporkan bahwa (struktur data) tidak sama, tapi ada beberapa file yang ada kemiripannya. Untuk itu, dari semua operator begitu juga dari Dukcapil sepakat untuk dilakukan investigasi lebih dalam lagi.

Dirjen Semuel menjelaskan BSNN akan membantu operator seluler dan Dukcapil untuk melakukan klasifikasi data lebih dalam. Langkah itu diambil mengingat perilaku kejahatan siber yang dilakukan hacker kadang tidak memberikan data secara lengkap.

Ia melanjutkan, untuk itu bersama-sama akan mencari  tahu di mana, data siapa yang yang bocor, dan bagaimana  melakukan mitigasi dan pengamanannya. Karena itu juga hadir dari Cyber Crime Polri yang akan mendapatkan data input dari hasil investigasi dan akan menindaklanjuti.

Dua Unsur/Langkah Pencegahan

Menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, setiap terjadi kebocoran data pribadi setidaknya terdapat dua unsur atau langkah pencegahan, yakni secara adminsitratif dan memastikan sumber kebocoran data tersebut dapat diketahui.

Ia menjelaskan, yang pertama, pelanggaran administratif atau complains yaitu para penyedia, karena sesuai dengan Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) setiap pengendali data wajib menjaga keamanan dan juga kerahasiaannya. Yang kedua,  semua harus memastikan dan mengecek jangan sampai kebocorannya itu belum ditutup jikalau ada kebocoran.

Baca:

Kominfo Blokir Akses terhadap 15 PSE Game Online yang Mengandung Unsur Perjudian