Semua Pihak Harus Bahu Membahu Jaga Data Pribadi dari Potensi Serangan Siber

0
89
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan (Foto:Kemenkominfo)

(Vibizmedia – Jakarta) Himbauan disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan kepada  semua pihak baik pengendali maupun berbagai pihak yang terkait agar bahu membahu menjaga data pribadi masyarakat dari potensi serangan siber.

Dalam Konferensi Pers Update Dugaan Kebocoran Data Pendaftaran Kartu SIM Telepon Indonesia, di Media Center Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Senin (05/09/2022), Dirjen Semuel menyatakan, Indonesia sedang  menghadapi banyak serangan, untuk itu semua pihak harus bahu membahu. Itulah sebabnya Kemenkominfo  mengundang juga Cyber Crime Polri agar pelaku (Dugaan Kebocoran Data Pendaftaran Kartu SIM Telepon Indonesia)  harus ditindak.

Menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, saat ini perlu ada keseimbangan informasi agar pelaku tindak kejahatan kebocoran data pribadi tidak seolah-olah dianggap sebagai pahlawan.

Ia menegaskan, siapa yang membocorkan perlu mendapatkan hukuman sesuai peraturan yang berlaku, tapi sekarang ini seolah-olah yang membocorkan adalah pahlawan, sementara yang dibocorkan adalah data-data kita juga.

Dirjen Semuel menilai keseimbangan informasi memang tidak boleh hanya dilihat dari satu sisi, karena terdapat dua pelanggaran bagi pelaku kebocoran data pribadi, yakni pelanggaran administratif dan pidana.

Ia menjelaskan bahwa yang pidananya seolah-olah tidak dijelaskan kepada publik, seolah-olah pelaku kebocoran data pribadi menjadi pahlawan. Kenyataannya memang bahwa setiap instansi perlu menjaga keamanan dan kerahasiaannya, dan itulah yang sedang dilakukan dan pastikan agar masyarakat tidak dirugikan.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menegaskan setiap orang yang memperoleh data pribadi secara tidak sah tanpa sepengetahuan pemilik data dan pengendali data, maka perbuatan tersebut masuk dalam unsur pidana.

Ia menegaskan, jika  data-data kita diambil atau digunakan orang tanpa seizin kita, memang  harus dipertanggungjawabkan dan memang ada kerugiannya. Jadi selain sanksi administrasi, bisa dilakukan juga sanksi perdata. Tapi untuk  pidananya juga perlu dilakukan di kedua sisi ini.

Dirjen Semuel berharap demi menjaga kepentingan seluruh masyarakat, kewaspadaan terhadap kebocoran data pribadi perlu menjadi perhatian semua pihak.

Dengan tegas ia menyatakan bahwa Kominfo sangat serius menangani hal ini dan sudah berkoordinasi serta minta agar pengendali data pribadi  melakukan dan melaporkan kembali ke Kominfo untuk bisa dimitigasi. Kalau memang ada kebocoran agar segera diberitahu kepada masyarakat siapa yang berdampak, supaya masyarakat juga bisa tahu dan  harus hati-hati bagaimana untuk mengantisipasinya.

Baca:

Kominfo Segera Tindak Lanjuti Dugaan Kebocoran Data Kartu SIM Bersama Ekosistem Pengendali Data