Kerjasama Dengan Meta, Luncurkan Akademi Pembelajaran Virtual Optimalkan Ekosistem Talenta Digital

0
71
Akademi-Pembelajaran-Virtual-Aptika-dan-Meta
Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan (kedua dari kiri) saat peluncuran Meta Immersive Learning Academy (MILA) di The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 3 September 2022 (Foto: Kominfo)

(Vibizmedia – Bali) Berkolaborasi dengan Meta,  Kementerian Kominfo  meluncurkan Meta Immersive Learning Academy (MILA) yang merupakan Akademi Pembelajaran Virtual yang berteknologi augmented reality hingga virtual reality.  Tujuan dari pembentukan akademi tersebut adalah  terbangunnya ekosistem talenta digital di Indonesia secara lebih optimal.

Dirjen Aptika, Semuel A. Pangerapan dalam peluncuran Meta Immersive Learning Academy yang berlangsung secara hibrida di The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Sabtu (03/09/2022) menyatakan, tentunya ada banyak sekali yang bisa dikolaborasikan. Pertama,  program ini akan membangun ekosistem terutama bagaimana meningkatkan kecakapan digital masyarakat lebih optimal.

Adanya pembelajaran teknologi itu juga membuka gerbang ke metaverse dan dapat dipelajari banyak kalangan, mulai dari pelaku UMKM hingga dimasukkan dalam program Digital Talent Scholarship (DTS).

Dirjen Semuel menyatakan, para kreator dari berbagai latar belakang bisa mengikuti pelatihan MILA ini. Terlebih sekarang orang  pergi kemana-mana selalu mencari yang instagramable. Dengan adanya teknologi virtual reality, maka  berdiri di suatu tempat bisa langsung muncul semua visualisasinya. Kita bisa membuat video, gambar, merupakan hal yang menarik. Produknya bisa di scan, dan melihat programnya bisa bercerita.

Membantu UMKM Perluas Bisnis

Dirjen Semuel menjelaskan selain dapat memperkaya kecakapan digital lewat teknologi baru tersebut, para UMKM juga bisa belajar tentang cara memasarkan produk secara daring. Salah satunya melalui program UMKM Go Online dari Ditjen Aptika.

Ia melanjutkan, dalam pembelajarannya, nanti diberikan juga pembekalan UMKM bagaimana membuat produk mereka agar lebih menarik dilihat masyarakat.

Tak lupa Dirjen Semuel juga memberikan apreasi kepada Meta yang telah membuka akademi pembelajaran virtual. Lewat media tersebut, UMKM selain dapat memperluas bisnis juga menaikkan penjualan produk. UMKM tidak hanya diajarkan bagaimana menggunakan ruang digital untuk memperluas bisnisnya, tetapi juga dibekali ilmu bagaimana memperkaya penampilan produk agar bisa menaikkan penjualan.

Talenta Digital Indonesia Bisa Mengisi Pasar Metaverse Masa Depan

Manajer Kebijakan Publik Meta di Indonesia, Noudhy Valdryno menyebutkan dengan adanya akademi pembelajaran virtual ini, maka talenta digital Indonesia bisa mengisi pasar metaverse di masa depan.

Noudhy meyakini bahwa di era metaverse nanti dibutuhkan lebih banyak kreator untuk bisa memajukan dan memposisikan Indonesia. Indonesia bukan hanya jadi pasar, tapi juga menjadi player (pemain) dan  pemeran penting.

Noudhy Valdryno merasa Meta perlu menggandeng kreator sejak dini. Menurutnya, dengan mengikuti akademi tersebut kreator bisa memiliki kemampuan baru dan menjadi bagian dari digitalisasi di masa depan.

Noudhy melanjutkan, pihaknya memberikan pelatihan secara daring selama 12 jam.  Peserta akan mendapat sertifikasi serta validasi atas kemampuan mereka. Sedangkan untuk kurikulum pembelajaran Akademi Pembelajaran Virtual di Indonesia, Meta menggandeng Hacktiv8 yang merupakan lembaga pendidikan berfokus pada teknologi.

 Baca:

Meta dan Cisco Dipastikan Ikut Serta dalam Pameran Transformasi Digital KTT G20 Bali