Vaksin Caprivac Hydrogalaksi Dirilis KKP, Mampu Lindungi Ikan dari Virus Penyakit

0
62
Caprivac Hydrogalaksi, Vaksin Buatan KKP
Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan Vaksin CapriVac Hydrogalaksi (Foto: KKP)

(Vibizmedia – Bogor) Pada saat gelaran RIFAFest di Bogor (2-3 September), Kementerian Kelautan dan Perikanan  meluncurkan Vaksin capriVac hydrogalaksi yang dianggap memiliki keunggulan dalam pembentukan antibodi serta mudah diaplikasikan baik melalui penyuntikan maupun perendaman dengan pakan.

Vaksin tidak hanya diperlukan manusia, tetapi hewan juga memerlukannya untuk  mencegah paparan virus penyakit. Sama halnya dengan ikan nila, juga memerlukan vaksin untuk mencegah berbagai penyakit.

Pada September 2022, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP), Pusat Riset Perikanan (Pusriskan), Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), merilis Vaksin Ikan CapriVac Hydrogalaksi.

Kepala BRSDM, I Nyoman Radiarta, menjelaskan  bahwa BRPBATPP berperan penting dalam menciptakan inovasi teknologi KP berupa paket teknologi yang inovatif dalam sistem produksi perikanan budidaya air tawar, salah satunya dengan melaksanakan kerja sama produksi massal vaksin CapriVac Hydrogalaksi dengan PT. Caprifarmindo Laboratories.

Selain itu, BRPBATPP juga berperan dalam memberikan dukungan untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan serta pendampingan pelaku utama dan pelaku usaha KP.

Ikan nila rentan terhadap dua penyakit yang timbul bersamaan (ko-infeksi), yaitu Motile Aeromonas Septicemia (MAS) dan Streptococcosis, dengan nilai angka kesakitan (insidensi) sebesar 60 persen dari total populasi nila.

CapriVac Hydrogalaksi merupakan vaksin inaktif yang mengandung strain bakteri Aeromonas hydrophila AHL0905-2 dan Streptococcus agalactiae N14G isolat lokal, yang mempunyai kemampuan melindungi ikan terhadap serangan penyakit MAS dan Streptococcosis.

Vaksin ini merupakan hasil kerja sama BRPBATPP dengan PT Caprifarmindo Laboratories. Berdasarkan hasil uji laboratorium, vaksin CapriVac Hydrogalaksi mampu menginduksi respon kebal spesifik (antibodi) pada nila dan meningkatkan kelangsungan hidup ikan lebih dari 10 persen.

Pengembangan vaksin kombinasi ini didasari dengan asumsi bahwa vaksin dapat memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan hanya diberikan vaksin tunggalnya (vaksin A. hydrophila saja atau vaksin S. agalactiae saja).

CapriVac Hydrogalaksi saat ini telah beroleh nomor registrasi KKP RI D 2206618 BKC (2022-2027) sebagai persyaratan teknis bahwa produk vaksin tersebut layak digunakan oleh masyarakat.

Sehingga diharapkan dapat mendukung program pemerintah untuk pembangunan perikanan budidaya berkelanjutan melalui pengembangan sistem kesehatan ikan dan lingkungan untuk menghasilkan produk perikanan budidaya yang aman dikonsumsi serta menjaga kondisi lingkungan yang optimal dengan program unggulan KKP yaitu Gerakan Vaksinasi Ikan (Gervikan).

Rilis produk vaksin Caprivac Hydrogalaksi dilakukan pada acara RIFAFest 2-3 September 2022 di BRPBATPP Bogor. Pada kesempatan tersebut turut dilaksanakan serahterima produk CapriVac Hydrogalaksi ke pembudidaya.

Vaksin capriVac hydrogalaksi diformulasi dalam bentuk larutan sehingga mudah dalam aplikasi, baik secara injeksi (penyuntikan), perendaman maupun melalui pakan.

Harapannya vaksin ini dapat diterapkan secara nasional, melalui Gervikan serta sosialisasi secara masif oleh penyuluh perikanan di seluruh pelosok negeri, sehingga berdasarkan hitungan kasar diperoleh potensi peningkatan produksi ikan nila sebesar (10 persen x 1, 2 juta ton (DJPB 2020)) = 120.000 ton, setara Rp3 triliun per tahun (jika asumsi harga ikan nila Rp 25.000,-/kg).

Dukungan dari seluruh pihak pun diharapkan untuk mengembangkan perikanan budidaya air tawar, khususnya budidaya ikan nila agar dapat terus menggeliat dan lestari.

Baca:

Indonesia Sumber Ikan Hias Tropis Kedua Dunia, KKP Perluas Jaringan Pasar Ikan Hias Air Tawar