Pertemuan Tingkat Menteri G20 Kebudayaan Bahas Kebudayaan Untuk Pemulihan Bumi dan Dana Global

0
62
G20 CMM
Koordinator G20 CMM, Direktur Kebudayaan Hilmar Farid (Foto: Kemendikbudristek)

(Vibizmedia – Yogyakarta) Tema yang diangkat dalam Pertemuan Tingkat Menteri Pendidikan G20 bidang Kebudayaan atau G20 Culture Ministers Meeting (CMM) dalam Presidensi Indonesia adalah “Kebudayaan untuk Bumi Lestari”.

Koordinator G20 CMM, Direktur Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan,  salah satu masalah besar dalam pemulihan kebudayaan adalah isu lingkungan hidup, seperti degradasi lingkungan, perubahan iklim, serta praktik kehidupan manusia saat ini yang tidak selaras dengan pelestarian bumi sehingga yang membuat masyarakat di dunia sulit untuk pulih.

Saat Temu Media di Yogyakarta, Minggu (11-9), ia menjelaskan, konteks pemulihan di sini  lebih besar dari pandemi, tetapi  dilihat secara keseluruhan. Ketika melihat ada masalah dengan bumi, ternyata praktik kehidupan kita tidak selaras dengan pelestarian bumi. Sebenarnya kebudayaan memiliki banyak sekali sumber daya dan resources, kearifan lokal, praktik budaya, dan filosofis yang sangat penting dalam upaya memulihkan bumi dan menjaga kelestarian bumi.

Hilmar mengatakan, Pertemuan Tingkat Menteri G20 bidang Kebudayaan berlangsung pada 12 September 2022 setelah digelarnya pertemuan pejabat tinggi bidang kebudayaan dari negara anggota G20 dalam G20 Senior Officials Meeting (G20 SOM).

Ada dua hal yang  menjadi fokus pembahasan dalam G20 SOM maupun CMM. Pertama, mengenai kebudayaan untuk bumi lestari, dan kedua mengenai gagasan Indonesia untuk membentuk dana global di sektor kebudayaan.

Ia menambahkan, dalam forum G20, Indonesia ingin menegaskan bahwa pembangunan mendatang harus mempertimbangkan unsur kebudayaan dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Sedangkan terkait skema dana global,  Hilmar menyatakan, di beberapa negara sudah ada skema tersebut di masa pandemi yang khusus ditujukan untuk seniman pasca pandemi. Di Indonesia, Kemendikbudristek telah menggagas dana abadi kebudayaan dalam skema Dana Indonesiana.

Hilmar menyatakan, Indonesia belum memiliki skema dana di tingkat global, karena tidak semua negara memiliki skema ini. Inisiatif ini sangat diperlukan karena sektor kebudayaan kalau tidak didukung secara afirmatif akan sulit untuk pulih dan bangkit. Masyarakat secara keseluruhan akan dirugikan nantinya.  Kemudian sumber daya di bidang kebudayaan akan sulit untuk  pulih. Oleh sebab itu telah disepakati dua tema utama dari pertemuan para menteri kebudayaan G20.

Ia juga menambahkan informasi mengenai konfirmasi kehadiran pejabat setingkat menteri dari negara anggota G20 yang akan hadir dalam G20 CMM, baik secara luring maupun daring.

Ia melanjutkan, negara-negara  yang hadir adalah Brazil, Jerman, India, Indonesia, Korea, Saudi Arabia, Afrika Selatan, Inggris, Amerika Serikat, Kamboja, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Nantinya akan ada pernyataan bersama dari para menteri mengenai rangkuman pembahasan kedua hal tersebut, yaitu jalan kebudayaan untuk pemulihan bumi dan dana global.

Baca juga:

Menghidupkan Kembali Seni Ukir di Desa Guwang Melalui Dana Fasilitasi Bidang Kebudayaan