Pagelaran Orkestra G20 Tampilkan Simfoni Merdu dari Harmonisasi Antar Negara

0
68
Orkestra G20
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim pada Pagelaran musik Orkestra G20 (G20 Orchestra) di area Aksobya di halaman Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin, 12 September 2022 (Foto: Kemendikbudristek)

(Vibizmedia – Magelang) Pagelaran musik Orkestra G20 (G20 Orchestra) adalah satu sajian seni budaya presidensi G20 bidang Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang ditampilkan dan dipimpin  konduktor Eunice Tong dengan pengawasan pianis terkemuka Indonesia, Ananda Sukarlan.

Orkestra G20 mempromosikan nilai-nilai mulia tentang harmoni dan keselarasan yang dapat diciptakan melalui kolaborasi negara G20 dalam sektor budaya, serta menggambarkan keragaman budaya dunia. Hal ini nampak melalui keberagaman musisi yang terlibat. Orkestra ini merupakan pagelaran pertama dan menjadi salah satu inisiatif Indonesia dalam presidensi ini yang berhasil memukau para hadirin.

Dengan mengusung tema presidensi G20 bidang Kebudayaan, yakni Jalur Budaya untuk Kehidupan Berkelanjutan (Culture Path for Sustainable Living), pagelaran Orkestra G20 ini diselenggarakan  di area Aksobya di halaman Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, mengatakan bahwa penampilan orkestra ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dalam budaya adalah sesuatu yang sangat dapat dicapai oleh negara-negara anggota G20.

Nadiem menyampaikan,  orkestra G20 terdiri atas 70 orang musisi dari berbagai negara G20, telah berhasil mengilustrasikan harmonisasi dalam kerjasama antar negara  untuk menghasilkan sebuah simfoni yang merdu, yang mengartikan kolaborasi budaya adalah sesuatu hal yang tidak mustahil dilakukan.

Para musisi  berasal dengan berbagai latar belakang budaya sehingga membuat keberadaan Orkestra G20 makin istimewa.

Nadiem menyatakan bahwa nilai-nilai yang disuarakan melalui G20 Orchestra antara lain: bhinneka tunggal ika (Unity in diversity), kesetaraan gender (gender diversity), gerakan anti-kekerasan, dukungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas, dan persatuan negara-negara G20 dengan semangat “Recover Together, Recover Stronger.”

Orkestra G20
Para musisi berasal dari berbagai latar belakang budaya tampil dalam Pagelaran musik Orkestra G20 (G20 Orchestra) di area Aksobya di halaman Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin, 12 September 2022 (Foto: Kemendikbudristek)

Orkestra G20 memiliki sejumlah keunikan yang dihadirkan untuk para delegasi. Salah satunya adalah kesetaraan gender, di mana komposisi penampil acara merata antara musisi perempuan dan musisi laki-laki. Bahkan pertunjukan ini turut memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk tampil dalam Orkestra G20.

Selain itu kursi penampil orkestra juga diisi oleh para musisi muda berbakat yang berusia di bawah 30 tahun. Mendikbudristek melihat hal ini sebagai  sebuah bentuk pelaksanaan semangat kebaruan dan keberlanjutan dalam bidang seni budaya.

Itu sebabnya, tandas Menteri Nadiem, penampilan Orkestra G20 tidak hanya indah untuk didengarkan, namun juga indah untuk dihayati keberadaannya, karena sarat dengan nilai-nilai keberagaman yang ternyata dapat berpadu harmonis dalam suatu irama.

Senada dengan pernyataan tersebut, pianis dan komposer kelas dunia, Ananda Sukarlan sebagai pemimpin dari  Orkestra G20 mengapresiasi para pihak yang telah terlibat dalam pagelaran ini dan menyebutnya sebagai salah satu pertunjukan orkestra teristimewa di dunia.

Ananda menyatakan apresiasinya dan menyebut pagelaran ini adalah orkes dengan diversitas paling besar di dunia,   terdiri atas musisi dari negara-negara anggota G20 dengan berbagai latar belakang budaya. Keberagaman adalah isu yang paling penting, namun dalam Orkestra G20  semua menjadi seragam dalam satu orkestra yang utuh, karena keseragaman kita adalah keberagaman.

Usai pertunjukan, Mendikbudristek Nadiem menyerahkan baton konduktor kepada Menteri Kebudayaan, India, Shri Arjun Ram Meghwal sebagai simbolisasi penyerahan presidensi dari Indonesia kepada India untuk G20 tahun depan.

Selanjutnya Menteri Nadiem mengatakan, harmonisasi dari pagelaran Orkestra G20 ini menunjukkan semangat gotong royong dari presidensi G20.

“Irama yang kaya dan beragam dari simfoni ini akan menjadi penghargaan yang tepat bagi pekerjaan kami dalam Presidensi G20 bidang Kebudayaan tahun ini, serta untuk tahun-tahun mendatang,” pungkas Menteri Nadiem.

Orkestra G20

Baca juga:

Pertemuan Tingkat Menteri G20 Kebudayaan Bahas Kebudayaan Untuk Pemulihan Bumi dan Dana Global