Permintaan Menteri Trenggono Agar Stok BBM Nelayan Terjamin Aman

0
62
Menteri Trenggono Minta Stok BBM
Menteri Trenggono mengecek ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk para nelayan di TPI Tawang, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu, 11 September 2022 (Foto: KKP)

(Vibizmedia – Kendal) Saat mengecek ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk para nelayan di TPI Tawang, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (11/9/2022),  Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta agar stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk nelayan terjamin aman. Dengan demikian tidak akan mengganggu  aktivitas melaut.  Selain itu pendistribusian juga harus tepat sasaran.

Menteri menyatakan, dari hasil pengecekan di lapangan ditemukan SPBN tidak beroperasi. Berdasarkan informasi dari Bupati, hal itu dikarenakan terbatasnya kuota BBM bersubsidi. Para nelayan juga menyampaikan keluhan mengenai solar.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, kita melihat SPBN tadi tidak beroperasi. Informasi dari Pak Bupati karena kuota BBM bersubsidinya terbatas. Nelayan tadi juga menyampaikan keluhan soal solar,” ungkap Menteri Trenggono di Kendal.

Menteri Trenggono Minta Stok BBM
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta agar stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk nelayan terjamin aman (Foto: KKP)

Menteri Trenggono menerangkan pihaknya terus berkoordinasi dengan PT Pertamina dan BPH Migas terkait pemenuhan pasokan BBM bersubsidi untuk nelayan di Indonesia.

Ia menegaskan, pihaknya sudah membuat list dan sudah disampaikan ke BPH Migas dan Pertamina. Harapannya adalah dalam waktu yang tidak lama sudah bisa teratasi.

Tidak hanya itu. Menteri Trenggono  juga meminta kepolisian melakukan pengawasan optimal untuk menjamin penyaluran BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh nelayan yang berhak. Menurutnya harus dilakukan pengawasan ketat mengantisipasi terjadinya kecurangan penyaluran BBM bersubsidi bagi nelayan.

Ia melanjutkan, untuk wilayah Jateng, Kapolda menyampaikan  siap melakukan pengawasan optimal dengan menurunkan tim ke lapangan termasuk ke SPBN. Ini untuk menjamin penyaluran BBM subsidi untuk nelayan aman dan benar-benar sampai ke nelayan langsung.

Bupati Kendal Dico Ganinduto menyampaikan SPBN di TPI Kendal tidak beroperasi di hari Minggu karena keterbasan kuota. Tahun ini Pemkab Kendal mendapat kuota 7,601 kilo liter, dan jumlah nelayan yang ada lebih dari 4000 orang.

Karena itulah pihaknya mengatur waktu operasional SPBN dengan tidak beroperasi di hari Minggu meski aktivitas melaut tetap berlangsung. Dico mengungkapkan alasan tidak beroperasi di hari Minggu adalah kuatir jika nantinya pada hari kerja SPBN tidak bisa beroperasi karena kuotanya kurang.

Sementara itu Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Lutfhi memastikan mengawasi distribusi BBM bersubsidi kepada para nelayan agar tepat sasaran. Pihaknya juga sudah membantu satuan tugas (satgas) terkait pengawasan BBM bersubsidi ini.

“Di seluruh jajaran baik itu di tingkat kilang, POM bensin, anggota kita sudah tersebar. Gunanya kita duduki itu dengan cara cek ricek final cek, apakah SPBU itu kekurangan, apakah supplynya berlebihan, atau ada yang bermain-main,” tegasnya.

Baca:

KKP Perjuangkan Akses Bahan Bakar Minyak Bagi Nelayan Kecil