Telah Dimulai Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi, Bali Sepanjang 96,84 Km 

0
70
Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jalan Tol Gilimanuk - Mengwi di Provinsi Bali sepanjang 96,84 km oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Gubernur Bali I Wayan Koster di Pekutatan, Jembrana, Sabtu , 10 September 2022 (Foto: Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Bali) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Tol Jagat Kerthi Bali meningkatkan konektivitas infrastruktur jalan bebas hambatan dengan memulai pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi di Provinsi Bali sepanjang 96,84 km.

Pelaksanaan pembangungan ditandai dengan  peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Gubernur Bali I Wayan Koster di Pekutatan, Jembrana, Sabtu (10/9/2022).

Beberapa Hal Perlu Diperhatikan Untuk Pembangunan Jalan Tol Bali

Menteri Basuki mengatakan dalam pembangunan jalan tol harus memperhatikan beberapa hal,  khususnya di Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Menteri Basuki menegaskan hal pertama yang harus diperhatikan pastinya adalah kualitas. Sebagai wisata dunia, Bali harus menunjukkan kalau Indonesia bisa membangun jalan tol dengan kualitas terbaik. Lalu, kedua juga harus memperhatikan estetika,  tidak hanya struktur-struktur jalan saja. Dengan kata lain memperhatikan baik kualitas maupun estetikanya tanpa mengurangi kecepatan kerjanya.

Perkiraan biaya investasi pembangunan  Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi ini sebesar Rp24,6 Triliun dan ditargetkan selesai pada tahun 2028. Namun Menteri Basuki menghendaki tuntas semua pada akhir 2025.

Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi terbagi menjadi 3 Seksi. Dengan Seksi 1 Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 km, Seksi 2 Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 km dan Seksi 3 Soka-Mengwi sepanjang 18,9 km.

Tetap Memperhatikan Kearifan Lokal Bali

Proses pembangunan jalan tol ini tetap memperhatikan  kearifan lokal Bali dengan menghindari tempat-tempat suci serta membangun jalur khusus roda dua untuk sepeda dan sepeda motor.

Menteri Basuki menyatakan dirinya sangat gembira karena akan ada jalur untuk pengendara sepeda motor dan sepeda. Hal ini merupakan salah satu perhatian pemerintah kepada social heritage di Bali, sehingga masyarakat bisa cepat sampai tujuan dengan selamat sambil menikmati keindahan alam di Jembrana, Tabanan dan Badung.

Adapun Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi akan dibangun melintasi 3 Kabupaten, 13 Kecamatan dan 58 Desa. Dengan pemberdayaan 4 Desa di Bali sebagai Rest Area terpadu yang masing-masing memiliki konsep berbeda, yaitu Jembrana yang mengangkat kearifan lokal,  Pekutatan yang menunjang area taman bermain internasional,  Soka dengan konsep pedesaan sebagai tempat beristirahat, serta Tabanan sebagai pusat logistik untuk distribusi dalam kota.

Menurut Gubernur Bali I Wayan Koster, masyarakat Bali telah lama menantikan pembangunan jalan tol ini untuk meningkatkan konektivitas antar Kabupaten di Bali serta memperpendek jarak tempuh menuju kawasan Denpasar.

Wayan Koster memberikan ucapan terima kasih  dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Menteri PUPR beserta jajaran dan semua pihak yang telah mendukung, hingga terealisasi program pembangunan jalan tol Jagat Kerthi Bali yang keberadaannya telah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

Perjalanan Menuju Denpasar Hanya 1,5-2 Jam Saja

Selain menjadi solusi atas permasalahan kemacetan ruas arteri nasional, dan mempersingkat waktu perjalanan menuju Denpasar yang awalnya bisa sekitar 5-7 jam dapat menjadi sekitar 1,5-2 jam saja, menurut Wayan Koster keberadaan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ini akan berdampak bagi masyarakat Bali.

Wayan Koster menyatakan, jalan tol ini memiliki dampak positif dalam peningkatan investasi pembangunan, peningkatan lapangan kerja, efisiensi jarak dan waktu tempuh logistik bahkan akan mampu memicu timbulnya destinasi wisata baru serta pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru dan menyeimbangkan pembangunan antar wilayah di provinsi Bali.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit menambahkan bahwa Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ini nantinya akan dilengkapi pula dengan sistem Multi Lane Free Flow (MLFF). Sehingga transaksi tidak dilakukan melalui gerbang tol, tetapi melalui teknologi Global Navigation Satelite System (GNSS) yang terintegrasi melalui aplikasi smartphone dan terbaca melalui satelit.

Penerapan Sistem Baru, Bukan Untuk Melakukan Fungsi Transaksi

Danang menjelaskan, rencananya di jalan tol ini sudah diterapkan sistem baru. Jadi kalau nantinya ada gerbang tol, maka hanya sebagai penanda saja, bukan untuk melakukan fungsi transaksi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Bali Putu Jayan Danuputra, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan PUPR Endra S. Atmawidjaja, Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Forkopimda Provinsi Bali, Investor serta para tokoh adat Bali.

Baca juga:

Menteri Basuki: PUPR Menjadi Petarung Pembangunan Infrastruktur di Indonesia