Delegasi G20 Kebudayaan Belajar Membatik dan Bermain Gamelan di Desa Wisata Karangrejo

0
88
Delegas G20 belajar membatik di desa Karangrejo, Jawa Tengah (Foto: Kemendikbudristek)

(Vibizmedia – Magelang) Dengan menaiki andong, delegasi Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan G20 atau G20 Culture Ministers Meeting (CMM) mengikuti agenda ekskursi mengunjungi Desa Wisata Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah.

Ada dua lokasi yang akan dikunjungi dengan tujuan berinteraksi dengan masyarakat desa sekaligus mempelajari warisan budaya Indonesia yang sudah diakui UNESCO, yakni batik dan gamelan.  Perjalanan mereka melewati indahnya pemandangan perbukitan dan sawah di desa itu.

Di lokasi pertama, yakni Taman Buah Karangrejo, delegasi G20 kebudayaan diajak membatik dengan menggunakan canting untuk membuat sebuah pola batik gunungan bergambarkan logo Presidensi G20 Indonesia. Setiap delegasi didampingi oleh pembatik dari Desa Karangrejo dan diajarkan tahap-tahap membatik dengan canting. Ini adalah pengalaman membatik yang pertama kali bagi mereka. Meskipun tampak sulit mengikuti pola motif di kain batik, para delegasi tampak antusias mengikuti kegiatan membatik.

Selesai membatik di Taman Buah Karangrejo, rombongan melanjutkan perjalanan dengan andong ke Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo. Di sini delegasi diperkenalkan dengan minuman dan makanan tradisional Indonesia. Sesampainya di balkondes, mereka disuguhkan wedang uwuh dan jamu sambil mendengarkan penjelasan dari pemandu mengenai jenis-jenis camilan tradisional yang akan dihidangkan kemudian.

Pemandu memperlihatkan beberapa contoh camilan tradisional kepada delegasi, antara lain bubur kacang hijau, jenang, candil, clorot, jetkolet, dan tempe bacem. Di hadapan delegasi, pemandu menjelaskan bahan-bahan asal minuman dan camilan tradisional yang semuanya bisa ditemukan secara alami di sekitar alam Candi Borobudur.

Konsep memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional yang selaras dengan alam ini sesuai dengan tema G20 CMM, yaitu “Kebudayaan untuk Bumi Lestari”, dengan tujuan menerapkan jalan kebudayaan untuk kehidupan yang berkelanjutan. Setelah mendengarkan penjelasan dari pemandu, delegasi G20 mencicipi semua camilan tradisional yang dihidangkan sambil bercengkrama dan menikmati pemandangan di sekitar Balkondes Karangrejo.

Usai menikmati camilan tradisional, agenda selanjutnya adalah bermain gamelan. Gamelan merupakan warisan budaya Indonesia yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada tahun 2021. Beberapa delegasi diajarkan bermain gamelan dengan didampingi pemain gamelan dan akhirnya secara berkolaborasi mereka bisa memainkan satu lagu bersama-sama. Penampilan mereka mendapat tepuk tangan yang meriah dari delegasi lain dan masyarakat balkondes yang hadir.

Kunjungan ke Balkondes Karangrejo diakhiri dengan menari bersama grup kesenian Madyo Siswo. Dengan bergembira, delegasi G20 CMM mengikuti gerakan tari Kobro Siswo bersama masyarakat Balkondes Karangrejo. Gerakan dan dandanan tarian Kubro Siswo bercirikan prajurit yang sedang berjuang melawan penjajah, sehingga tarian ini berirama energik dan penuh semangat.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek, Restu Gunawan, mengatakan delegasi G20 CMM diajak belajar membatik agar mereka bisa mengetahui proses pembuatan batik yang telah menjadi Warisan Budaya Takbenda dunia sejak ditetapkan UNESCO pada tahun 2009.

Saat mendampingi ekskursi delegasi G20 CMM di Desa Wisata Karangrejo, Selasa (13-9-2022), Restu menyatakan tujuan membatik adalah agar  mereka merasakan proses bahwa membatik itu perlu ketelitian, kesabaran, juga filosofinya yang bagus. Dengan mengetahui proses ini mereka bisa menghargai batik. Itu sebabnya tidak heran jika membeli batik dengan harga mahal, karena prosesnya begitu rumit dan membutuhkan daya imajinasi, kreativitas, dan sebagainya. Restu menyatakan harapannya, mudah-mudahan dengan mengalami ini para delegasi dapat merasakan dan menghargai batik, sekaligus bisa menggerakan perekonomian masyarakat di sini.

Restu menuturkan, Kemendikbudristek juga membuat agenda ekskursi untuk delegasi G20 belajar gamelan karena gamelan merupakan alat musik tradisional sekaligus etnomusik yang usianya sudah cukup tua. Dalam mempelajari gamelan diperlukan kerja sama, sikap saling menghargai, dan toleransi.

Ia berharap, dengan mempelajari warisan budaya Indonesia, delegasi G20 bisa menjadi duta budaya Indonesia. “Para delegasi ini bisa menjadi duta kebudayaan kita setelah belajar membatik dan memainkan gamelan. Mudah-mudahan mereka bisa menyuarakan kebudayaan kita sebagai diplomat di negaranya masing-masing,” tuturnya.

Baca juga:

Unik dan Cantik, Gebyar Batik Pamekasan Digelar di Kawasan Gunung Bromo