Pelatihan Sistem Bioflok Diadakan Untuk Tingkatkan Usaha dan Komoditas Budidaya Air Tawar

0
62
Pelatihan Optimalisasi Bioflok dan Pembuatan Pakan Ikan Berbahan Baku Lokal, di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah

(Vibizmedia – Grobogan) Untuk  mendorong produktivitas perikanan budidaya air tawar di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencar melakukan pelatihan sistem bioflok sebagai pendukung kegiatan budidaya yang produktif dan ramah lingkungan.

Belum lama ini KKP melalui Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menggelar Pelatihan Optimalisasi Bioflok dan Pembuatan Pakan Ikan Berbahan Baku Lokal, di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah  dengan peserta sekitar 150 orang.

Bioflok sendiri adalah salah satu teknologi budidaya ikan melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaat mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.

Teknologi bioflok dinilai mampu meningkatkan produktivitas budidaya dengan padat tebar tinggi, dan tidak membutuhkan lahan luas dan hemat air.

Prinsip kerja bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang mengandung senyawa karbon, hidrogan, oksigen, dan nitrogen menjadi massa lumpur berupa bioflok menggunakan bakteri pembentuk flok. Proses tersebut dapat memperbaiki kualitas air dan menyirkulasi limbah di dalam kolam.

Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, di bawah supervisi Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) BRSDM.

Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi KKP, Rabu (14/9/2022), menyatakan, produksi ikan yang bersumber pada laut akan semakin berkurang, sementara kebutuhan pangan untuk protein hewani sangat tinggi dan akan dipenuhi dari kegiatan budidaya ikan air tawar.

Mengoptimalisasi Usaha Budidaya Air Tawar dan Kembangkan Komoditas Lokal

Tentunya melalui pelatihan budidaya bioflok dan pembuatan pakan ikan dapat mengoptimalisasi serta meningkatkan usaha budidaya air tawar dan mengembangkan komoditas lokal. BRSDM berkomitmen untuk mempersiapkan SDM kelautan dan perikanan sebagai wujud akselerasi pada program yang telah digaungkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Untuk Capai Target Produksi Sebesar 22,65 Juta Ton pada 2024

Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya guna tercapainya target produksi pada tahun 2024 sebesar 22,65 juta ton.

Lily menyatakan, para peserta dibekali beberapa materi pelatihan meliputi pemilihan bahan baku, penyusunan formulasi, fermentasi bahan pakan, pencetakan pakan, uji kualitas pakan, pengemasan, dan kebijakan pengembangan usaha budidaya perikanan.

Berkaitan dengan pakan ikan, dalam membuat pakan ikan mandiri diharapkan akan dapat menekan biaya operasional budidaya ikan, yang mana biaya pakan mencapai 60 sampai 80 persen sehingga pendapatan pembudidaya dapat meningkat.

Hadir secara langsung Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Firman Soebagyo yang menginisiasi pelatihan ini. Firman menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan budidaya perikanan memiliki dua tantangan, yaitu benih dan pakan ikan.

Budidaya Ikan Memiliki Potensi Ekonomi Tinggi Dengan Pakan Mandiri

Fiman menyampaikan, budidaya ikan ini secara ekonomi memiliki potensi yang cukup dan dapat menghasilkan produk perikanan yang baik jika dikembangkan dengan baik. Namun tantangan terbesarnya saat ini  adalah benih dan pakan ikan yang terus naik secara signifikan. Sehingga perlu ada pendampingan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Jikalau produksi budidaya dikembangkan dan diproduksi dengan benar, maka memiliki peluang ekonomi yang cukup tinggi begitu juga dengan pakan mandiri. Jika pakan mandiri dibuat secara mandiri ke depannya bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat perikanan.

Pada kesempatan ini, turut hadir Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab. Grobogan Muhammad Sidik. Pihaknya menyampaikan, melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu yang telah diajarkan dengan sebaik-baiknya.

Membuat Pakan Ikan Berbahan Baku Lokal

Muhammad Sidik memberikan apresiasi atas pelatihan ini yang dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan para pembudidaya ikan dan kebetulan juga turut dibekali membuat pakan ikan yang berbahan baku lokal. Hal ini karena kita berada di masa sulit dan dituntut untuk bisa berkreasi dengan bahan baku yang ada. Diharapkan para peserta mencermati materi yang telah disampaikan agar kedepannya bermanfaat bagi pembudidaya sehingga produksi melimpah dan menekan biaya pakan.

Pelatihan ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Daerah setempat, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Grobogan Riyanto. Ia menyampaikan, sumber daya perikanan di wilayah Kab. Grobogan memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat dimanfaatkan dengan baik bagi masyarakat.

Riyanto menjelaskan, pemanfaatan sumber daya perikanan di Kab. Grobogan terbilang belum optimal, terbukti dari catatan di tahun 2021 produksi perikanan Kabupaten Grobogan mencapai 3.795,71 ton yang terdiri dari perikanan tangkap yang bersumber pada ikan budidaya. Tentunya dari sektor budidaya air tawar sangat memungkinkan untuk dikembangkan.

Melalui pelatihan budidaya sistem bioflok, ke depannya bisa memenuhi kebutuhan ikan lele di Kab. Grobogan karena kebanyakan pasokan lele masih dari daerah lain, sehingga dari hasil budidaya ini bisa memasok konsumsi ikan di Kabupaten Grobogan tanpa harus dipasok dari wilayah lain.

Apresiasi juga datang dari masyarakat peserta pelatihan ini. Nuryono, salah satu peserta pelatihan dari Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Makmur menyampaikan, ia dan para peserta lainnya menyambut baik pelatihan ini. Ia menyatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan mutu di bidang perikanan, terutama pada pembuatan pakan mandiri.

Nuryono menyatarakan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia mengaku bisa meningkatkan mutu perikanan terutama pembuatan pakan mandiri. Sebelumnya  ia sudah berlatih membuat pakan mandiri dengan bahan lokal, namun masih sangat kurang sehingga dengan adanya pelatihan ini bisa menciptakan pakan ikan dengan bahan seperti tepung ikan, tepung kedelai, tepung jagung, dan suplemen lain untuk menekan tingginya harga pakan pabrikan. Melalui pelatihan ini, ia akan menerapkan ilmu yang sudah diajarkan dan menyebarkan ilmu ke kelompok lain.

Sebelumnya, BRSDM juga menggelar Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Berbahan Baku Lokal di Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah, 5-6 September 2022. Kegiatan ini difasilitasi oleh BPPP Tegal, yang diikuti oleh 100 peserta. Pelatihan ini diinisiasi oleh Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada KKP yang telah bersinergi sehingga kegiatan pelatihan ini terselenggara dengan baik. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menekan harga pakan yang kian meroket. Ke depannya supaya para pembudidaya bisa mandiri untuk membuat pakan dari bahan baku lokal dan bisa menjadi ladang penghasilan,” tuturnya.

Pelatihan Pembenihan Ikan Patin

Tak hanya itu, BRSDM juga menggelar Pelatihan Pembenihan Ikan Patin yang difasilitasi oleh BPPP Banyuwangi, 8 September lalu. Pelatihan ini diikuti oleh 76 peserta dari Kampung Perikanan Budidaya Ikan Patin, Desa Basarang, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah serta 944 peserta dari 34 Provinsi di Indonesia. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan produksi budidaya ikan patin agar dapat merebut pasar domestik dan pasar Internasional. Menurut satudata.kkp.go.id pada 2018, produksi ikan patin Indonesia mencapai 372.257,53 ton atau mengalami kenaikan sebesar 16,65 persen dari yang sebelumnya sebesar 319.967,23 ton.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong agar kegiatan pelatihan dan penyuluhan lebih rutin dilaksanakan ke masyarakat terkait sektor kelautan dan perikanan sebagai upaya menambah tingkat kesejahteraan warga di berbagai daerah.

Menteri Trenggono menegaskan, penyuluhan dan pelatihan harus rutin diberikan kepada masyarakat, agar masyarakat punya keahlian untuk menambah penghasilan.

Pakan ikan
Membuat pakan ikan mandiri

Baca juga:

Vaksin Caprivac Hydrogalaksi Dirilis KKP, Mampu Lindungi Ikan dari Virus Penyakit