Indonesia-Malaysia-Thailand Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Subregional

0
55
Ekonomi Subregional
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menympaikan bahwa hasil pertemuan organisasi subregional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) tingkat menterid di Phuket, Thailand, pada 15-16 September 2022 lalu, fokus kerja sama strategis, pemuluhan ekonomi pascapandemi, pemulihan sektor pariwisata, kerja sama pertanian, konektivitas, pengembangan SDM dan investasi.

Menurutnya, kerja sama dengan para stakeholder ini untuk mempercepat pencapaian tujuan dalam berbagai aspek, di antaranya dalam hal perubahan iklim dan lingkungan, peran sektor swasta dalam pembangunan ekonomi subregional, pendidikan, kesejahteraan masyarakat lokal, serta kawasan ekonomi khusus (KEK).
Kerja sama dengan para stakeholder amat diperlukan karena tindakan kolektif akan mendukung pencapaian pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif dan membuahkan hasil dalam waktu dekat.

“Pertemuan ini telah membuahkan hasil yang substantif, yang akan disampaikan kepada para Pemimpin kita pada bulan November 2022 yang akan datang,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, pada Senin, 19 September 2022.

Dalam hal perubahan iklim dan lingkungan, forum mendorong Pokja Lingkungan untuk memperkuat kerjasama dengan IMT-GT Green Cities Mayor Council dan IMT-GT Green Council untuk mempercepat implementasi proyek dan program di bawah Sustainable Urban Development Framework (SUDF) IMT-GT. Selain itu, forum juga menyambut inisiatif mengadopsi konsep ekonomi hijau, biru, dan sirkular.

Selanjutnya, kerja sama dengan stakeholder sektor swasta juga penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi subregional sejalan dengan Cetak Biru Implementasi (IB) IMT-GT 2022-2 memperkuat mekanisme kelembagaannya untuk meningkatkan peran sektor swasta dalam kerjasama IMT-GT.026.

“Forum mengarpesiasi komitmen IMT-GT Joint Business Council (JBC) untuk mendukung kerjasama subregional melalui partisipasi aktif dalam kegiatan IMT-GT dan mendorong JBC untuk memperkuat mekanisme kelembagaannya untuk meningkatkan peran sektor swasta dalam kerjasama IMT-GT,” ungkap Agus.

Di bidang pendidikan, forum menyambut baik peran baru IMT-GT University Network (UNINET) dalam mempersiapkan generasi mendatang yang berkualitas tinggi dan memberikan inovasi untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan di subregional ini. UNINET didorong untuk memimpin advokasi berbasis penelitian untuk mendukung pilar strategis IMT-GT. Selanjutnya, forum mendukung UNINET untuk memperkuat perannya sebagai think tank subregional dan berkolaborasi untuk memberikan inovasi dan rekomendasi kebijakan untuk memajukan kerja sama subregional.

Kemudian, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di subregional tersebut, IMT-GT menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam melaksanakan proyek dan program IMT-GT. Forum juga menyambut baik inisiatif untuk memperkuat Chief Ministers and Governors Forum (CMGF) dengan memanfaatkan peluang dari Koridor Ekonomi.

IMT-GT bermitra dengan Asian Development Bank yang telah mendukung dalam berbagai bidang, seperti perumusan IMT-GT IB 2022-2026, program pemulihan pariwisata IMT-GT, dan program peningkatan kapasitas lainnya yang sedang berlangsung. IMT-GT berkomitmen untuk mengejar dan mewujudkan kerja sama yang mengacu pada analitis ADB. Sebagai timbal baliknya, ADB diharapkan dapat terus memberikan bantuan teknis kepada IMT-GT, termasuk dalam mengembangkan proposal bisnis yang layak untuk proyek-proyek yang teridentifikasi.

IMT-GT menyambut kerja sama dengan Sekretariat ASEAN, termasuk dalam hal Sustainable Urban Development and Tourism yang akan mulai diterapkan. IMT-GT berkomitmen untuk menyelaraskan proyek dan inisiatif IMT-GT dengan Kerangka Pemulihan Komprehensif ASEAN, sebagai tindakan nyata untuk mencapai kawasan yang terintegrasi dan harmonis. IMT-GT juga membangun kemitraan pengembangan dengan India. “Forum menantikan finalisasi Plan of Action (PoA) kerjasama antara IMT-GT dan India untuk mewujudkan proyek dan program panen awal,” terang Agus.

Perlu diketahui, IMT-GT merupakan inisiatif kerja sama subregional Indonesia-Malaysia-Thailand yang dibentuk pada 1993 oleh pemerintah ketiga negara. Kerja sama ini bertujuan untuk mengakselerasi transformasi ekonomi dan sosial serta integrasi negara bagian dan provinsi di tiga negara tersebut. IMT-GT mendorong pertumbuhan ekonomi yang digerakkan oleh sektor swasta dan memfasilitasi pembangunan subregional secara keseluruhan dengan memanfaatkan keunggulan komparatif dan saling melengkapi antara negara-negara anggota. Sedangkan, pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-28 dipimpin oleh Pemerintah Thailand. Pertemuan selanjutnya dan pertemuan terkait akan diselenggarakan di Kepulauan Riau, Indonesia pada 2023.