Kemenperin Perkuat SDM Industri Perkapalan dan Komponen Kapal

0
56
Perkapalan Indonesia

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian menyebut industri perkapalan merupakan salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan agar bisa lebih produktif, inovatif dan berdaya saing global. Kinerja industri perkapalan nasional terus mengalami beberapa kemajuan, di antaranya peningkatan jumlah galangan dan kapasitas produksi.

Saat ini, terdapat 250 perusahaan galangan kapal dengan kapasitas produksi sebesar 1 juta tonase bobot mati (dead weight tonnage/DWT) per tahun untuk bangunan baru, dan hingga 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal. Galangan kapal di Indonesia memiliki pengalaman dalam membangun berbagai jenis kapal, mulai dari kapal penumpang, kapal kargo, hingga kapal tujuan khusus dengan fasilitas graving dock terbesar (150.000 DWT).

“Kementerian Perindustrian terus mendukung upaya penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan kompeten guna mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri perkapalan nasional,” jelas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan dalam keterangannya, pada Selasa, 20 September 2022.

Menurutnya, langkah tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2022 tentang Kebijakan Industri Nasional Tahun 2020-2024, terutama terkait penguatan SDM industri perkapalan dan komponen kapal. Kerja sama penguatan SDM dilakukan melalui kerjasama dengan sejumlah negara mitra,seperti Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Salah satu upaya konkret telah dilakukan oleh BPSDMI Kemenperin bersama Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE)Kemenperin dengan menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) serta Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) untuk melakukan kerja sama peningkatan kapabilitas dan kompetensi industri perkapalan Indonesia melalui program “The Indonesian Shipbuilding Industry Modernization Project”.

“Tujuan utama dari program ini adalah memperkenalkan prosedur pembuatan kapal yang efisien dan metode manajemen produksi di galangan kapal Indonesia melalui sistem pengembangan SDM industri. Target peserta proyek ini adalah meningkatnya pengalaman galangan kapal nasional dalam proyek pembangunan kapal baru,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE, R. Hendro Martono.

Sementara Project Formulation Advisor JICA Kuboshima Naoyayang mengatakan industri perkapalan ini adalah industri yang esensial bagi kesejahteraan Indonesia sebagai negara maritim. Dengan peningkatan produktivitas dan manajemen, kami percaya hal tersebut dapat berkontribusi pada core-industry perkapalan Indonesia. Kami juga berharap bahwa kami dapat membawa kembali pengalaman ini ke Jepang untuk turut meningkatkan industri perkapalan di sana.