Pelepasliaran Enam Individu Satwa Liar di Bungo, Jambi

0
48
satwa liar
Pelepasliaran enam individu satwa liar oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi di Kawasan Produksi KPH unit II dan III Bungo, Jambi (Foto: Kementerian LHK)

(Vibizmedia – Bungo, Jambi) Telah dilakukan pelepasliaran  enam individu satwa liar oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi di Kawasan Produksi KPH unit II dan III Bungo, Jambi, 14 September 2022.

Keenam individu satwa liar tersebut adalah  1 (satu) ekor Beruang Madu (Helarctos malayanus), 1 (satu) ekor owa ungko (Hylobates agilis), 1 (satu) ekor burung elang (Ictinaetus sp.), 1 (satu) ekor burung rangkong (Buceros sp), 2 (dua) ekor kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) di Kawasan Produksi KPH unit II dan III Bungo, Jambi, 14 September 2022.

Lokasi pelepasliaran merupakan bagian kesatuan ekosistem Taman Nasional Kerinci Seblat. Lokasi tersebut cocok menjadi habitat satwa –satwa tersebut, selain itu memiliki  jarak yang cukup jauh dari pemukiman penduduk.

Teguh Sriyanto, Plt. Kepala Balai KSDA Jambi menyatakan, pihaknya berharap satwa-satwa tersebut akan survive dan berkembang biak di alam.

Teguh melanjutkan bahwa dirinya dan Balai KSDA Jambi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu berperan aktif menjaga habitat dan melestarikan satwa liar.

Satwa beruang madu yang dilepasliarkan kali ini merupakan hasil penyelamatan pada tanggal 15 Juni 2022 di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang Kabupaten Bungo, dimana pada saat diselamatkan mengalami luka (patah tulang) pada kaki depan sebelah kanan.

Selama berada di TPS, beruang tersebut dilakukan pengobatan berupa operasi bedah tulang (orthopedi) dengan menggunakan pemasangan pelate untuk menyatukan tulang beruang oleh Dr. Andreas Messikomer, spesialis traumatology et chir dari Switzerland bersama tim medis TPS BKSDA Jambi dan FZS (Frankfurt Zoological Society).

Selain itu, seluruh satwa yang dilepas liarkan tersebut juga telah mendapatkan pengkayaan perilaku dengan pemberian perlakuan-perlakuan untuk merangsang kemampuan mencari makan di alam liar dan diupayakan pengurangan kontak dengan manusia.

Baca juga:

Indonesia Berhasil Melakukan Upaya Konservasi Satwa Liar Secara Regional dan Global