Pemkab Jembrana Luncurkan Satu Data dari Desa, Dasar Perencanaan Pembangunan Daerah

0
75
Satu Data dari Desa
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar meluncurkan Sistem Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD) di Jembrana, Bali, pada Selasa, 20 September 2022. FOTO: KEMENDES PDTT

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana menjadi wilayah pertama di Indonesia yang menggunakan data SDGs sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.

“Ini yang menarik, Kabupaten Jembrana memanfaatkan data SDGs Desa, dengan cara menambahkan komponen informasi yang dibutuhkan oleh seluruh organisasi perangkat daerah atau OPD,” jelas Abdul Halim saat peluncuran Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD), di Jembrana, Bali, Selasa, 20 September 2022.

Ia menjelaskan data SDGs Desa sebenarnya diformat untuk kepentingan pemerintah desa agar bisa merancang program pembangunan desa sesuai dengan kebutuhan dan penyelesaian masalah desa. Namun oleh Pemerintah Kabupaten Jembran, data SDGs ini kemudian dikembangkan menjadi salah satu komponen penting dalam perencanaan pembangunan di level kabupaten.

“Pemkab Jembrana berhasil merancang JSDDD yang mengintegrasikan data pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan desa sebagai dasar perencanaan pembangunan dan ini sangat menarik,” katanya.

Menurut Mendes Abdul Halim, JSDDD tersebut hasil inovasi Bupati Jemrana I Nengah Tamba yang sumber utamanya adalah dari data berbasis SDGs Desa yang diolah dan bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga, hingga perguruan tinggi. Dalam sistem JSDDD juga memperluas pendataan SDGs Desa, tidak hanya untuk 41 desa, namun juga menangkap informasi dari 10 kelurahan yang ada di Kabupaten Jembrana.

“Dengan begitu, data SDGs Desa sekaligus mengisi data Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) pada tingkat kabupaten,” tegasnya.

“Semoga Jembrana Satu Data dari Desa menjadi langkah besar membangun desa, memberdayakan masyarakat, dan memajukan daerah, dan tentu menuju Indonesia Maju,” ucapnya.

I Nengah Tamba mengatakan pembangunan diperlukan data yang akurat dan terpadu antara lain data sosial ekonomi masyarakat, data infrastruktur dan kewilayahan. “Jembrana Satu Data dari Desa merupakan solusi satu data daerah yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah pusat, daerah dan desa sesuai dengan kepentingan tiap institusi,” jelas I Nengah.