Wonderful Indonesia Raih “The Best Goverment Collaboration for Nation Branding”

0
84
Wonderful Indonesia
Ilustrasi Wonderful Indonesia. FOTO: KEMENPAREKRAF

(Vibizmedia-Nasional) Wonderful Indonesia meraih penghargaan “The Best Government Collaboration for Nation Branding” dalam ajang Indonesia Brand Forum (IBF) Awarding 2022.

“Wonderful Indonesia dinilai telah menampilkan kemampuan yang prima dalam hal berkolaborasi untuk nation branding,” jelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara penghargaan yang dilangsungkan secara hybrid di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, 20 September 2022.

Menparekraf Sandiaga mengapresiasi inisiatif dari Indonesia Brand Forum sebagai platform penguatan brand-brand lokal untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Saya melihat salah satu jurus ampuh kita untuk bisa keluar dari pandemi ini adalah karena kita beradaptasi dan berkolaborasi. Melalui kolaborasi inilah yang yang akan membawa kita ke depan lebih sukses lagi,” terangnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya telah berkolaborasi dengan 70 brand mitra co-branding “Wonderful Indonesia” yang bersama-sama berkolaborasi dalam membangun pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Mitra co-branding berasal dari industri pariwisata dan non pariwisata, seperti hotel, rumah makan, online travel agent, food and beverages, manufaktur, dan FMCG (Fast Moving Consumer Good).

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, lanjutnya, tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun brand Wonderful Indonesia sebagai brand pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang kuat. Dibutuhkan sinergi dan integrasi yang terwujud melalui kolaborasi dan kolaborasi dalam program Wonderful Indonesia Co-Branding.

“Dan Alhamdulillah saat ini daya saing pariwisata Indonesia naik 12 peringkat berada di posisi 32 dunia mengalahkan negara-negara seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Mudah-mudahan ke depan bisa terus kita tingkatkan,” ungkap Sandiaga.

Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dengan nilai kontribusi sebesar 7,8 persen. Jumlah tersebut ditopang dengan tiga subsektor utama yakni kuliner, fesyen, dan kriya. Jumlah tersebut juga menempatkan Indonesia di peringkat tiga besar dunia dalam kontribusi terhadap PDB nasional di bawah Amerika Serikat dengan Hollywood dan Korea Selatan dengan K-Pop.

Sebanyak 88,8 persen konsumen Indonesia menyatakan lebih dominan menggunakan dan mengonsumsi produk dengan brand atau jenama dalam negeri.

“Jadi saya ingin bahwa ke depan daya tarik wisatawan itu digabungkan dengan produk ekonomi kreatif sehingga akhirnya produk-produk kita bergerak dan membuka potensi lapangan kerja seluas-luasnya. Saya ingin mengajak kita untuk terus bersinergi, berkolaborasi, dengan platform 3G yakni gerak cepat (gercep), gerak bersama (geber), dan garap semua potensi digital dan online (gaspol) yang diharapkan dapat membuka 1,1 juta lapangan kerja di tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” ujar Sandiaga.