KKP Gandeng FDA untuk Pastikan Kualitas Udang Lolos Persyaratan Keamanan Pangan di AS

0
54
Inisiasi Kerjasama dengan FDA
Pamuji Lestari, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan telah melakukan  pertemuan dengan perwakilan Food and Drug Association (FDA), pada Senin, 19 September 2022 (Foto: KKP)

(Vibizmedia – Jakarta)  Mengawal mutu udang yang diekspor ke Amerika Serikat (AS) adalah komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Untuk itu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM-KKP) menggandeng Food and Drug Association (FDA) Amerika agar dapat lolos melewati ketatnya persyaratan keamanan pangan di AS.

Pamuji Lestari, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Foto: KKP)

Pamuji Lestari, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan telah melakukan  pertemuan dengan perwakilan Food and Drug Association (FDA), pada Senin (19/9/2022). Ia menyatakan, peluang pasar di Amerika Srikat masih sangat terbuka untuk hasil perikanan Indonesia.

Indonesia Peringkat ke 2 Market Share Udang di AS

Pamuji mengungkapkan, sejak tahun 2020 Indonesia menempati peringkat ke 2 market share udang di AS, di bawah India dan di atas Ekuador.

Itu sebabnya dia ingin pencapaian tersebut semakin meningkat dengan menginisiasi Regulatory Partnership Agreement (RPA) guna memperkuat kepercayaan konsumen bahwa udang Indonesia terjamin kualitas dan keamanannya.

Pamuji menyatakan harapannya akan semakin terbukanya akses pasar di Amerika Serikat,  selain itu melalui kegiatan WGS feasibility visit ini akan membuka wawasan BKIPM terhadap teknologi sekuensing DNA generasi ketiga serta menjadi titik awal bagi Indonesia untuk masuk dalam jaringan keamanan pangan level dunia.

Dikatakannya, perkembangan metode uji terhadap foodborne disease saat ini telah berkembang pesat. Hal ini karena adanya tuntutan keakuratan hasil uji, kecepatan identifikasi serta traceability.

Bangun Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan, juga Jaringan Internasional

Pamuji menegaskan Indonesia sedang giat-giatnya membangun sistem jaminan mutu dan keamanan pangan demikian juga membangun jaringan internasional yang dapat mendukung harmonisasi sistem dan mensejajarkan Indonesia dengan negara-negara besar.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hal tersebut bukan hanya semata – mata merupakan upaya mendukung fasilitasi perdagangan, namun juga sebagai sarana transfer teknologi, pengetahuan dan pengalaman.

Penuhi Persyaratan Pasar Terkait Keamanan Pangan yang Ketat

Dalam kesempatan ini, Pamuji menyebut Indonesia juga terus berusaha memenuhi persyaratan pasar. Terlebih tren konsumen perdagangan hasil perikanan global saat ini lebih mementingkan aspek mutu dan keamanan pangan serta kecenderungan persyaratan terkait keamanan pangan yang ketat.

Produk Perikanan Indonesia Diterima 171 Negara di Dunia

Sebagai negara anggota WTO, Indonesia pun memastikan memegang teguh standar internasional dalam keamanan pangan hasil perikanan yang diekspor. Hasilnya, hingga kini produk perikanan Indonesia telah diterima di 171 negara didunia.

Pamuji menjelaskan pihaknya selalu mengikuti perkembangan global terutama dalam penerapan konsensus internasional, SPS Agreement, Codex Alimentarius maupun World Organization for Animal Health (WOAH).

Pada kesempatan yang lalu, Pamuji menyebut delegasi BKIPM pernah diundang ke kantor pusat US FDA di Maryland dalam rangka penjajakan kerjasama antar otoritas kompeten.  Selain hal tersebut, sepanjang tahun 2013-2014, bersama otoritas AS, Indonesia juga telah bahu-membahu meyukseskan program Indonesia Marine and Climate Support atau IMACS USAID Indonesia.

Dimana program ini merupakan upaya mengajar pelaku usaha perikanan skala kecil di hulu tentang penanganan ikan yang baik dalam mencegah kontaminasi patogen yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat “Trial Program for Pathogen Risk Reduction“. Kegiatan tersebut diselenggarakan di beberapa titik rantai pasok ekspor perikanan ke Amerika Serikat.

“BKIPM membuka seluas-luasnya skema kerjasama saling menguntungkan dengan otoritas terkait di Amerika Serikat. Hubungan kerjasama dengan AS dalam bidang mutu dan keamanan hasil perikanan sebenarnya telah terjalin sejak lama dan berjalan dengan baik,” ujar Pamuji.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong penuh peningkatan ekspor udang. Dia memaparkan, udang merupakan komoditas perikanan yang paling banyak diminati pasar global. Dalam kurun waktu 2015–2019 udang merupakan permintaan pasar nomor dua setelah salmon.

“Indonesia sendiri selama kurun waktu tahun 2015-2020 berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia rata-rata sebesar 6,9 persen,” kata Menteri Trenggono.

Baca juga:

Budidaya Udang Konsep Hulu-Hilir Pacu Produksi