TIIMM G20: Momentum Tepat Tingkatkan Kesejahteraan Secara Merata Hadapi Ancaman Berbagai Krisis

0
119
Pertemuan Tingkat Menteri Bidang Perdagangan, Investasi, dan Industri G20
Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita membuka Pertemuan Tingkat Menteri Bidang Perdagangan, Investasi, dan Industri G20 di Bali, Kamis, 22 September 2022 (Foto:Kemendag)

(Vibizmedia- Badung,Bali) Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita membuka Pertemuan Tingkat Menteri Bidang Perdagangan, Investasi, dan Industri G20 atau Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM)  di Bali, Kamis (22 Sep).

Mendag Zulkifli Hasan

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan, TIIMM G20 adalah momentum tepat dalam meningkatkan kesejahteraan secara merata, bagi masyarakat dunia. Khususnya, dalam menghadapi ancaman krisis pangan, krisis energi, yang dapat berimbas pada krisis keuangan.

Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan, perdagangan, investasi, dan industri harus menjadi bagian dari solusi global. Dengan bersama-sama akan membangun kembali kepercayaan di antara negara G20 dalam menghadapi tantangan ekonomi global terkini.

TIIMM mengangkat enam isu prioritas. Pertama adalah reformasi organisasi perdagangan dunia (WTO). Kedua, peran sistem perdagangan multilateral dalam memperkuat tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Ketiga, respons perdagangan, investasi dan industri dalam mengatasi pandemi dan mendukung arsitektur kesehatan global. Keempat, perdagangan digital dan rantai nilai global berkelanjutan. Kelima, peningkatan investasi berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi global. Keenam, yaitu industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan melalui industri 4.0.

Mendag mengundang para Menteri untuk berdiskusi bersama dan memberikan solusi nyata atas berbagai tantangan global. Untuk itu, perlu menggarisbawahi pentingnya koherensi dan sinergi antara kebijakan sektor perdagangan, investasi, dan industri. Kolaborasi dan kerja sama adalah kunci untuk mensukseskan keberhasilan Presidensi G20 Indonesia tahun ini.

Dalam sambutannya Menko Airlangga mengungkapkan bahwa TIIMM dapat menjadi generator G20 dalam menciptakan kesetaraan dan memberikan rekomendasi kebijakan. Menurutnya, perdagangan dan investasi saja tidak akan cukup. Diperlukan sektor industri sebagai tambahan motor penggerak untuk mengamankan rantai pasok global.

Menko Airlangga menyatakan, Indonesia juga sedang fokus dalam memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk lebih terintegrasi dalam rantai pasok global. Di banyak negara, tentulah UMKM menjadi salah satu sektor yang membutuhkan perhatian ekstra. Untuk itu ia mengharapkan G20 memberikan rekomendasi dalam meningkatkan sektor ini sehingga menjadi bagian penting dalam rantai pasok.

Sementara Menteri Bahlil mengungkapkan bahwa rangkaian pertemuan TIIMM diharapkan dapat menghasilkan manfaat bagi pemulihan ekonomi dunia serta merumuskan agenda dan kebijakan tata kelola pembangunan internasional yang lebih kokoh serta mendorong ekonomi digital sebagai motor baru ekonomi.

Menteri Bahlil menilai tugas pertemuan tingkat Menteri G-20 ini tidaklah mudah. Salah satu jalan yang wajib ditempuh adalah mempererat kerja sama dan bergotong royong mencapai tujuan yang dicita-citakan bersama, yaitu keadilan dan kemakmuran serta tumbuh bersama.

Sedangkan Menteri Agus Gumiwang menegaskan kembali peran penting SDGs sebagai pondasi untuk pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Khususnya, SDG 9 yang mendorong pembangunan infrastruktur yang tangguh, meningkatkan Industri Inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi.

“Saya percaya, perlunya penekanan solidaritas yang merupakan kunci untuk membuka kemungkinankemungkinan untuk masa depan yang lebih baik dan lebih adil. Melalui semangat kolaborasi G20, bersama-sama kita dapat mencapai cita-cita untuk Recover Together, Recover Stronger,” imbuh Menteri Agus.

Baca juga:

Indonesia-Uni Eropa Akselerasi Ekonomi Berbasis Industri Hijau